Kebutuhan Daging Meugang Idul Fitri di Aceh Aman, Stok Ribuan Ekor Ternak Disiapkan

Pemerintah Aceh62 Dilihat

Banda Aceh – Pemerintah Aceh memastikan ketersediaan daging untuk perayaan tradisi Meugang menjelang Idul Fitri tahun ini dalam kondisi aman dan mencukupi. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, stok ternak yang tersedia dinilai mampu memenuhi tingginya permintaan masyarakat Aceh yang setiap tahun meningkat saat perayaan tradisi tersebut.

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, menjelaskan bahwa kebutuhan daging masyarakat Aceh pada setiap perayaan Meugang umumnya berada pada kisaran 1.000 hingga 1.500 ton. Tradisi Meugang yang telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat Aceh menjadikan konsumsi daging meningkat tajam menjelang hari besar keagamaan, khususnya Idul Fitri.

“Secara umum kebutuhan daging setiap perayaan tradisi Meugang di Aceh berkisar antara 1.000 sampai 1.500 ton,” ujar Muhammad MTA dalam keterangannya kepada media.

Menurutnya, berdasarkan hasil pantauan dan koordinasi yang dilakukan oleh Dinas Peternakan Aceh dengan berbagai pihak di lapangan, ketersediaan daging untuk perayaan Meugang Idul Fitri tahun ini berada dalam kondisi aman dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Data yang dihimpun menunjukkan bahwa stok sapi yang tersebar di seluruh wilayah Aceh untuk memenuhi kebutuhan Meugang Idul Fitri mencapai 16.381 ekor. Dari jumlah tersebut, diperkirakan sekitar 7.245 ekor sapi akan dipotong untuk memenuhi permintaan daging masyarakat.

Selain sapi, ketersediaan ternak lainnya juga cukup melimpah. Pemerintah mencatat terdapat sekitar 6.929 ekor kerbau serta 17.146 ekor kambing dan domba yang juga siap menjadi bagian dari pasokan daging bagi masyarakat Aceh selama tradisi Meugang berlangsung.

“Dengan ketersediaan ternak tersebut, kami memastikan kebutuhan daging masyarakat untuk Meugang tahun ini dapat terpenuhi,” jelasnya.

Sementara itu, terkait harga daging di pasaran, Pemerintah Aceh menyadari bahwa harga komoditas tersebut cenderung mengalami fluktuasi menjelang perayaan Meugang. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya permintaan masyarakat yang biasanya terjadi secara signifikan dibandingkan hari-hari biasa.

Saat ini, harga daging di berbagai pasar di Aceh berkisar antara Rp150.000 hingga Rp180.000 per kilogram. Kenaikan harga ini dinilai masih dalam batas wajar mengingat tingginya permintaan masyarakat menjelang Idul Fitri.

Meski demikian, Pemerintah Aceh tetap melakukan pemantauan secara intensif untuk memastikan stabilitas harga tetap terjaga dan tidak terjadi spekulasi harga yang merugikan masyarakat.

Gubernur Aceh juga telah menginstruksikan dinas terkait untuk terus memantau kondisi pasar serta memastikan mekanisme harga berjalan secara normal. Langkah ini dilakukan guna menjaga keseimbangan antara kepentingan pedagang dan daya beli masyarakat.

Selain itu, Pemerintah Aceh juga mengimbau para pedagang daging agar tetap memperhatikan harga yang wajar dan tidak mengambil keuntungan secara berlebihan, sehingga masyarakat dapat menjalankan tradisi Meugang dengan nyaman.

“Gubernur berharap para pedagang dapat mempertimbangkan harga yang layak demi kenyamanan dan kemampuan masyarakat luas dalam membeli daging saat Meugang,” kata Muhammad MTA.

Tradisi Meugang sendiri merupakan salah satu budaya khas masyarakat Aceh yang telah berlangsung turun-temurun. Pada momentum ini, masyarakat biasanya membeli dan memasak daging untuk dinikmati bersama keluarga, kerabat, dan juga dibagikan kepada tetangga atau mereka yang membutuhkan.

Karena itu, keberadaan daging dengan harga yang terjangkau dan ketersediaan yang cukup menjadi faktor penting agar tradisi tersebut dapat berjalan dengan baik di seluruh wilayah Aceh.

Pemerintah Aceh juga menyatakan akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi pasar hingga hari pelaksanaan Meugang. Jika terdapat perkembangan terbaru terkait stok maupun harga daging di lapangan, informasi tersebut akan segera disampaikan kepada masyarakat melalui media.

“Jika ada informasi terbaru terkait hal ini, akan segera kami sampaikan kepada teman-teman media,” tutup Muhammad MTA.