Kadisdik Aceh Buka Bimtek SPAB 2026, Perkuat Kesiapsiagaan Sekolah Hadapi Bencana

Pendidikan9 Dilihat

BANDA ACEH – Kepala Dinas Pendidikan Aceh, MurthalaMuddin, SPd, MSP,. resmi membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) Tahun 2026 jenjang SMA se-Provinsi Aceh di Hermes Palace Hotel Banda Aceh, Kamis, 24 September 2026.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan satuan pendidikan dalam menghadapi berbagai potensi risiko bencana. Sekolah dinilai tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya proses belajar mengajar, tetapi juga harus mampu menjadi lingkungan yang aman dan tangguh bagi seluruh warga sekolah.

Melalui Bimtek SPAB 2026, Dinas Pendidikan Aceh mendorong sekolah-sekolah jenjang SMA di seluruh Aceh untuk meningkatkan pemahaman, kesiapan, serta kemampuan dalam mengantisipasi dan menghadapi kondisi darurat yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Kesiapsiagaan tersebut mencakup pentingnya membangun budaya sadar bencana di lingkungan sekolah, sehingga guru, tenaga kependidikan, maupun siswa memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar dalam menghadapi berbagai kemungkinan bencana.

Bagi Aceh, penguatan program Satuan Pendidikan Aman Bencana memiliki arti penting. Wilayah Aceh memiliki pengalaman panjang menghadapi berbagai jenis bencana, sehingga upaya mitigasi dan kesiapsiagaan perlu terus ditanamkan kepada generasi muda sejak berada di lingkungan pendidikan.

Karena itu, sekolah diharapkan tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga memberikan perhatian terhadap aspek keselamatan dan perlindungan peserta didik.

Dalam pelaksanaan SPAB, kesiapan menghadapi bencana diharapkan menjadi bagian dari budaya sekolah. Dengan demikian, ketika terjadi kondisi darurat, warga sekolah memiliki pemahaman mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan untuk melindungi diri, membantu sesama, serta menjaga keberlangsungan proses pendidikan.

Bimtek ini juga menjadi momentum untuk meningkatkan kapasitas sekolah dalam menyusun langkah-langkah kesiapsiagaan dan mitigasi bencana. Pengetahuan yang diperoleh melalui kegiatan tersebut diharapkan dapat diterapkan di masing-masing satuan pendidikan sesuai dengan karakteristik serta potensi risiko bencana di wilayahnya.

Dinas Pendidikan Aceh menekankan bahwa terciptanya sekolah yang aman membutuhkan keterlibatan seluruh unsur. Kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, siswa, orang tua, hingga lingkungan sekitar memiliki peran dalam membangun sistem perlindungan dan kesiapsiagaan yang berkelanjutan.

Sekolah yang memiliki kesiapsiagaan bencana yang baik diharapkan mampu meminimalkan risiko terhadap keselamatan warga sekolah sekaligus mengurangi gangguan terhadap kegiatan belajar mengajar apabila terjadi bencana.

Dengan penguatan SPAB, lingkungan pendidikan di Aceh diharapkan semakin siap menghadapi berbagai tantangan kebencanaan. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari membangun sistem pendidikan yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga memberikan rasa aman dan nyaman bagi peserta didik.

Kegiatan Bimtek SPAB 2026 jenjang SMA se-Aceh ini pun diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat komitmen bersama mewujudkan satuan pendidikan yang tangguh terhadap bencana.

Semangat yang diusung melalui kegiatan tersebut adalah “Sekolah Aman, Pembelajaran Berkelanjutan”. Pesan ini menegaskan bahwa keselamatan warga sekolah merupakan salah satu fondasi penting agar proses pendidikan dapat terus berlangsung dalam berbagai situasi.

Dengan sekolah yang semakin siap, diharapkan para siswa dapat belajar dalam suasana yang aman, nyaman, dan kondusif, sekaligus tumbuh menjadi generasi Aceh yang memiliki kesadaran terhadap pentingnya mitigasi dan kesiapsiagaan bencana.(**)