SMK Bener Meriah Pamerkan Produk Unggulan di CFD Banda Aceh

Pendidikan17 Dilihat

BANDA ACEH – Suasana Car Free Day (CFD) di Banda Aceh, Minggu (13/9/2026), semakin semarak dengan hadirnya produk-produk unggulan dari sejumlah sekolah menengah kejuruan (SMK) asal Kabupaten Bener Meriah.

SMKN 1, SMKN 2, dan SMKN 5 Bener Meriah memanfaatkan momentum CFD sebagai ruang promosi sekaligus pembelajaran bagi para siswa untuk memperkenalkan dan memasarkan berbagai produk yang mereka hasilkan. Beragam komoditas dan produk kreatif ditampilkan, mulai dari sayuran, buah-buahan, kopi khas dataran tinggi hingga aneka produk hasil kreativitas siswa.

Kehadiran para siswa SMK Bener Meriah di tengah aktivitas masyarakat Banda Aceh bukan sekadar kegiatan berjualan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran nyata untuk membangun keberanian, kreativitas, kemandirian, serta jiwa kewirausahaan di kalangan peserta didik.

Dengan berinteraksi langsung dengan masyarakat, para siswa mendapatkan pengalaman bagaimana memperkenalkan produk, melayani calon pembeli, menjelaskan keunggulan barang yang ditawarkan hingga memahami kebutuhan dan selera konsumen.

Produk pertanian dan perkebunan yang menjadi salah satu potensi unggulan Bener Meriah juga mendapat ruang untuk diperkenalkan secara lebih luas. Sayuran dan buah-buahan segar menjadi bagian dari produk yang dipasarkan, sementara kopi menjadi salah satu komoditas yang mencerminkan kekayaan potensi daerah tersebut.

Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan bagaimana pendidikan vokasi tidak hanya berorientasi pada penguasaan teori dan keterampilan teknis, tetapi juga diarahkan agar siswa mampu melihat peluang ekonomi dari potensi yang ada di lingkungan mereka.

Turut hadir Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pendidikan Aceh serta Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, S.Pd., M.SP. Kehadiran pimpinan Dinas Pendidikan Aceh tersebut menjadi penyemangat tersendiri bagi para siswa yang sedang mempraktikkan keterampilan kewirausahaan secara langsung.

Dalam kesempatan itu, Murthalamuddin memberikan motivasi kepada para siswa agar tidak berhenti pada proses belajar di ruang kelas. Para siswa didorong untuk terus berkarya, mengembangkan kreativitas dan memiliki keberanian untuk mencoba peluang usaha sejak masih berada di bangku sekolah.

Menurutnya, berbagai potensi yang dimiliki daerah dapat menjadi sumber pembelajaran sekaligus peluang ekonomi apabila dikelola dengan kreativitas dan inovasi. Karena itu, siswa SMK perlu dibekali kemampuan untuk tidak hanya menjadi pencari kerja setelah lulus, tetapi juga memiliki kemampuan menciptakan peluang usaha.

Pemanfaatan CFD sebagai lokasi pemasaran juga memberikan pengalaman berbeda bagi siswa. Mereka berhadapan langsung dengan masyarakat dari berbagai latar belakang, sehingga dapat belajar membangun komunikasi, mempromosikan produk serta memahami proses transaksi secara nyata.

Pengalaman semacam ini dinilai penting dalam membentuk mental dan karakter siswa SMK agar lebih siap menghadapi dunia kerja maupun dunia usaha.

Di sisi lain, kegiatan tersebut juga menjadi sarana memperkenalkan potensi Bener Meriah kepada masyarakat di ibu kota provinsi. Produk yang dibawa para siswa menunjukkan bahwa kekayaan hasil pertanian dan perkebunan daerah dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus memiliki daya tarik pasar.

Kolaborasi antara sekolah, dunia usaha, masyarakat dan pemerintah menjadi salah satu kunci dalam memperkuat pendidikan vokasi. Melalui kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat seperti ini, siswa dapat menguji kemampuan yang mereka pelajari sekaligus mendapatkan umpan balik dari konsumen.

Partisipasi SMKN 1, SMKN 2 dan SMKN 5 Bener Meriah dalam CFD Banda Aceh diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan promosi sesaat. Momentum tersebut dapat menjadi langkah awal untuk semakin memperkuat budaya kewirausahaan di lingkungan sekolah dan mendorong lahirnya produk-produk kreatif yang mampu berkembang menjadi usaha berkelanjutan.

Kegiatan ini juga menjadi gambaran bahwa sekolah dapat menjadi ruang tumbuhnya generasi muda yang produktif, kreatif dan mandiri. Dari lahan pertanian dan perkebunan, siswa belajar mengenali potensi; melalui proses produksi, mereka belajar keterampilan; dan lewat pemasaran, mereka belajar menjadi seorang wirausahawan.

Dengan semangat tersebut, pendidikan vokasi di Aceh diharapkan semakin mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga memiliki keberanian untuk berkarya, berinovasi dan menciptakan peluang bagi diri sendiri maupun masyarakat.

Belajar dari lahan, berkarya untuk masyarakat, dan berani menciptakan peluang menjadi semangat yang dibawa siswa SMK Bener Meriah dalam meramaikan CFD Banda Aceh.(**)