Dinas Pendidikan Aceh Perkuat Sinergi Pustakawan USK dan UIN Ar-Raniry

Pendidikan8 Dilihat

BANDA ACEH — Dinas Pendidikan Aceh memperkuat sinergi bersama para pustakawan Universitas Syiah Kuala (USK) dan UIN Ar-Raniry dalam upaya mengoptimalkan pemanfaatan perpustakaan sekolah sebagai bagian penting dalam peningkatan kualitas pendidikan.

Sinergi tersebut dibahas dalam pertemuan yang berlangsung di Ruang Kerja Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Senin (21/9/2026). Pertemuan menjadi ruang bertukar gagasan dan pengalaman untuk mendorong perpustakaan sekolah agar tidak hanya berfungsi sebagai tempat membaca dan menyimpan koleksi buku, tetapi berkembang menjadi pusat literasi dan pembelajaran.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, menekankan pentingnya membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi, dalam memperkuat pengelolaan perpustakaan sekolah.

Menurutnya, perpustakaan memiliki posisi strategis dalam mendukung proses pendidikan karena menjadi salah satu ruang yang dapat memperluas akses peserta didik terhadap berbagai sumber pengetahuan. Karena itu, keberadaan perpustakaan perlu terus dikembangkan agar semakin menarik, aktif dan sesuai dengan kebutuhan generasi peserta didik saat ini.

Murthalamuddin juga mendorong agar sinergi dengan pustakawan USK dan UIN Ar-Raniry dapat menjadi ruang berbagi pengetahuan dan praktik baik dalam pengelolaan perpustakaan. Pengalaman dan kompetensi para pustakawan dari perguruan tinggi diharapkan dapat memberikan masukan bagi sekolah dalam meningkatkan kualitas layanan perpustakaan.

Ia berpandangan bahwa penguatan perpustakaan tidak semata-mata berkaitan dengan penambahan koleksi buku, tetapi juga bagaimana menciptakan ekosistem yang membuat siswa tertarik datang, membaca, mencari informasi, berdiskusi dan belajar secara mandiri.

Dengan demikian, perpustakaan sekolah diharapkan dapat menjadi bagian integral dari proses pembelajaran, sekaligus menjadi salah satu sarana untuk menumbuhkan budaya literasi di kalangan peserta didik.

Kolaborasi tersebut juga dinilai penting di tengah perkembangan teknologi dan semakin luasnya sumber informasi yang dapat diakses siswa. Sekolah perlu membekali peserta didik dengan kemampuan untuk menemukan, membaca, memahami dan memanfaatkan informasi secara tepat.

Dalam konteks itu, pustakawan memiliki peran yang semakin penting. Tidak hanya mengelola koleksi dan layanan perpustakaan, pustakawan juga dapat berperan sebagai pendamping dalam membangun budaya literasi serta membantu warga sekolah memperoleh sumber informasi yang berkualitas.

Dinas Pendidikan Aceh bersama pustakawan USK dan UIN Ar-Raniry pun membuka ruang untuk saling berbagi pengalaman mengenai pengembangan perpustakaan. Sinergi antara pemerintah, sekolah dan perguruan tinggi diharapkan dapat menghasilkan pola pengelolaan perpustakaan yang lebih adaptif terhadap perkembangan pendidikan.

Perpustakaan sekolah yang aktif dan berkualitas pada akhirnya diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan mutu pembelajaran. Siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan dari ruang kelas, tetapi juga memiliki kesempatan untuk memperkaya wawasan melalui berbagai bahan bacaan dan sumber informasi yang tersedia di perpustakaan.

Murthalamuddin menilai penguatan budaya literasi harus dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan. Karena itu, keterlibatan perguruan tinggi dan para pustakawan menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan pendidikan yang mendorong siswa untuk terus belajar dan mengembangkan wawasan.

Pertemuan yang berlangsung pada Senin, 21 September 2026, tersebut menjadi salah satu langkah untuk memperkuat kolaborasi dalam pengembangan perpustakaan sekolah di Aceh.

Melalui sinergi tersebut, perpustakaan diharapkan semakin mampu menjalankan fungsinya sebagai pusat literasi, sumber pengetahuan dan ruang belajar, sekaligus mendukung upaya Dinas Pendidikan Aceh dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia di Aceh.(**)