SMK Banda Aceh Asah Jiwa Wirausaha Siswa di Car Free Day

Pendidikan53 Dilihat

Banda Aceh – Semangat kewirausahaan generasi muda tampak hidup dan penuh energi dalam kegiatan Car Free Day di Banda Aceh, Minggu (26/4/2026). Dinas Pendidikan Aceh menghadirkan program edukatif yang menggabungkan pembelajaran di kelas dengan praktik langsung di lapangan, dengan melibatkan siswa dari SMKN 1 dan SMKN 3 Banda Aceh untuk memasarkan produk lokal hasil karya mereka sendiri.

Sejak pagi hari, suasana Car Free Day dipenuhi antusiasme masyarakat yang tidak hanya berolahraga, tetapi juga singgah di stand-stand siswa. Beragam produk ditampilkan, mulai dari kuliner olahan, minuman segar, hingga hasil kreativitas lainnya yang dikemas menarik dan siap bersaing di pasaran. Para siswa terlihat percaya diri menawarkan dagangannya, berinteraksi langsung dengan pengunjung, sekaligus mempraktikkan ilmu pemasaran yang selama ini dipelajari di sekolah.

Program ini menjadi langkah nyata Dinas Pendidikan Aceh dalam membentuk karakter siswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki jiwa mandiri dan berdaya saing tinggi. Melalui pengalaman langsung ini, siswa dilatih menghadapi tantangan dunia usaha, mulai dari cara menawarkan produk, memahami kebutuhan konsumen, hingga mengelola keuangan sederhana.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, turut hadir langsung di lokasi untuk memberikan dukungan kepada para siswa. Bahkan, ia ikut mempromosikan produk-produk yang dijual, sebagai bentuk apresiasi dan motivasi agar siswa semakin percaya diri dalam mengembangkan usaha mereka.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem pendidikan vokasi yang lebih adaptif terhadap kebutuhan zaman. Ia menekankan bahwa siswa SMK harus dibekali dengan keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan, sehingga setelah lulus tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan.

“Melalui kegiatan seperti ini, kita ingin menanamkan mental berani mencoba dan tidak takut gagal. Dunia usaha membutuhkan kreativitas, inovasi, dan keberanian, dan itu semua harus mulai dilatih sejak di bangku sekolah,” ujarnya.

Partisipasi aktif masyarakat dalam membeli dan mengapresiasi produk siswa juga menjadi dorongan besar bagi mereka untuk terus berkarya. Banyak pengunjung yang mengaku kagum dengan kualitas produk yang ditawarkan, bahkan tidak sedikit yang berharap kegiatan serupa dapat rutin digelar sebagai wadah pengembangan bakat dan potensi generasi muda.

Kegiatan ini membuktikan bahwa pembelajaran tidak harus selalu berlangsung di dalam kelas. Dengan pendekatan praktik langsung, siswa dapat merasakan pengalaman nyata yang akan menjadi bekal berharga di masa depan. Semangat, kreativitas, dan keberanian yang ditunjukkan para siswa menjadi gambaran optimistis lahirnya wirausaha muda yang siap membawa perubahan.(**)