Komitmen “Zero Halinar”, Lapas Sanana Perketat Pengawasan Narkoba dan HP Ilegal

Nasional85 Dilihat

Sanana – Upaya menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari praktik ilegal terus diperkuat oleh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sanana. Kepala Lapas Sanana, David Lekatompessy, menegaskan komitmen jajarannya dalam memberantas peredaran narkoba, penggunaan ponsel ilegal, serta berbagai bentuk pelanggaran lainnya melalui kegiatan ikrar bersama yang digelar pada Selasa, 21 April 2026.

Kegiatan yang berlangsung dengan suasana penuh khidmat ini menjadi momentum penting dalam memperkuat integritas seluruh aparatur pemasyarakatan. Seluruh pejabat struktural dan pegawai Lapas Sanana hadir mengikuti rangkaian acara yang diawali dengan penyanyian lagu Indonesia Raya dan Mars Kemenkumham, sebagai simbol semangat kebangsaan dan loyalitas terhadap institusi.

Momentum utama kegiatan ditandai dengan pembacaan ikrar yang dipimpin langsung oleh Kepala Lapas dan diikuti serentak oleh seluruh peserta. Ikrar tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk penegasan sikap tegas seluruh jajaran untuk menutup rapat setiap celah masuknya barang-barang terlarang ke dalam lingkungan lapas.

Dalam arahannya, David Lekatompessy menyampaikan bahwa tidak ada toleransi terhadap pelanggaran, khususnya yang berkaitan dengan narkoba dan penggunaan handphone ilegal. Ia menekankan bahwa setiap petugas memiliki tanggung jawab moral dan profesional untuk menjaga marwah institusi.

“Komitmen ini harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Jangan beri ruang sedikit pun bagi masuknya narkoba maupun penggunaan ponsel ilegal. Jaga integritas, jalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, dan hindari segala bentuk pelanggaran,” tegasnya di hadapan seluruh peserta.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program “Zero Halinar”, sebuah kebijakan strategis yang bertujuan menghapus tiga permasalahan utama di lingkungan pemasyarakatan, yakni handphone ilegal, pungutan liar, dan narkoba. Program ini menjadi fokus nasional dalam reformasi sistem pemasyarakatan yang lebih transparan dan akuntabel.

Sebagai bentuk konkret dari komitmen tersebut, kegiatan ditutup dengan penandatanganan naskah ikrar oleh seluruh peserta, mulai dari pimpinan hingga staf. Penandatanganan ini menjadi simbol tanggung jawab bersama sekaligus komitmen personal dalam menjalankan tugas sesuai aturan yang berlaku.

Tidak berhenti pada kegiatan seremonial, Lapas Sanana juga langsung mengambil langkah nyata dengan melaksanakan tes urine bagi seluruh petugas. Langkah ini bertujuan untuk mendeteksi secara dini potensi penyalahgunaan narkoba di kalangan aparatur sekaligus memastikan bahwa seluruh petugas berada dalam kondisi bersih dari zat terlarang.

David menegaskan bahwa langkah-langkah tersebut akan terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban di dalam lapas. Selain itu, hal ini juga menjadi strategi penting dalam membangun dan mempertahankan kepercayaan publik terhadap kinerja lembaga pemasyarakatan.

“Kepercayaan masyarakat adalah hal yang sangat penting. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk terus meningkatkan pengawasan, memperkuat integritas, dan memastikan Lapas Sanana menjadi lingkungan yang bersih dan aman,” pungkasnya.

Dengan komitmen kuat dan langkah nyata yang dilakukan, Lapas Sanana diharapkan mampu menjadi contoh dalam menciptakan sistem pemasyarakatan yang bebas dari praktik-praktik ilegal, serta mendukung upaya nasional dalam pemberantasan narkoba dan peningkatan integritas aparatur negara.(**)