Hadiri Muscab, Ketua DPW PKB Aceh HRD Pacu Kader Bangun Aceh Tenggara

Daerah32 Dilihat

Kutacane – Musyawarah Cabang (Muscab) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Aceh Tenggara menjadi momentum penting dalam memperkuat arah gerak politik partai di tingkat daerah. Agenda lima tahunan yang digelar pada Senin, 20 April 2026 ini tidak hanya berfokus pada pergantian kepemimpinan, tetapi juga menegaskan komitmen PKB dalam mendorong pembangunan yang lebih inklusif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung Ketua DPW PKB Aceh, Haji Ruslan Daud atau yang akrab disapa HRD. Kehadirannya memberi energi sekaligus bobot politik tersendiri bagi pelaksanaan Muscab kali ini. Dalam arahannya di hadapan kader, HRD menegaskan bahwa Muscab harus dimaknai sebagai ajang konsolidasi besar, bukan sekadar memilih ketua baru.

“Muscab ini harus melahirkan kepengurusan yang solid dan benar-benar bekerja untuk rakyat. PKB harus menjadi motor penggerak pembangunan di Aceh Tenggara. Jangan hanya sibuk dengan urusan internal, tetapi turun langsung ke masyarakat dan dengarkan kebutuhan mereka,” tegasnya dari podium.

Ia menekankan bahwa kekuatan utama PKB selama ini terletak pada kedekatan dengan masyarakat akar rumput. Basis partai, kata dia, berada di kampung-kampung, lingkungan dayah, kalangan petani, hingga pedagang kecil. Karena itu, ia meminta kepengurusan baru nantinya segera bergerak cepat merapikan struktur organisasi hingga ke tingkat desa.

“Rangkul semua elemen. Kita besar karena dekat dengan umat. Struktur harus hidup sampai ke bawah, bukan hanya di atas kertas,” ujarnya yang disambut tepuk tangan meriah dari para peserta Muscab.

Selain penguatan struktur, HRD juga menyoroti pentingnya regenerasi dalam tubuh partai. Ia mendorong keterlibatan aktif generasi muda serta tokoh adat dalam kepengurusan. Menurutnya, kehadiran pemuda dengan busana adat Aceh dalam forum Muscab bukan sekadar simbol, melainkan representasi keterbukaan PKB terhadap nilai-nilai lokal dan energi baru.

“Anak muda jangan hanya jadi pelengkap acara. Libatkan mereka dalam struktur dan proses pengambilan keputusan. Mereka adalah energi baru yang akan membawa partai ini lebih maju,” tambahnya.

Suasana Muscab berlangsung khidmat di aula yang didominasi nuansa hijau khas PKB. Panggung utama dihiasi backdrop besar bertuliskan “Musyawarah Cabang PKB Kabupaten Aceh Tenggara” dengan tagline “Bersama Memajukan Pembangunan Aceh Tenggara”. Dekorasi bunga segar dan pencahayaan lampu kecil turut menambah semarak acara, sementara layar di sisi panggung menampilkan identitas resmi DPC PKB.

Muscab kali ini mengusung tiga agenda utama, yakni evaluasi terhadap kinerja kepengurusan periode sebelumnya, konsolidasi organisasi hingga tingkat kecamatan dan desa, serta regenerasi kepemimpinan melalui pemilihan ketua dan formatur baru DPC PKB Aceh Tenggara.

Menutup arahannya, HRD mengingatkan seluruh kader untuk menjaga soliditas pasca pelaksanaan Muscab. Ia menegaskan bahwa perbedaan pilihan dalam proses demokrasi adalah hal yang wajar, namun tidak boleh berujung pada perpecahan.

“Beda pilihan itu biasa. Tapi setelah Muscab selesai, semua harus kembali bersatu dalam satu barisan. Kita punya tujuan besar, yaitu membangun Aceh Tenggara yang lebih maju dan sejahtera,” pungkasnya.

Dengan semangat kebersamaan dan komitmen yang ditegaskan dalam Muscab ini, PKB diharapkan mampu memainkan peran strategis sebagai motor pembangunan daerah serta menjadi jembatan aspirasi masyarakat di Aceh Tenggara.(**)