Banda Aceh — Suasana hangat penuh kebersamaan terasa dalam kegiatan buka puasa bersama yang digelar Pengprov Taekwondo Indonesia Provinsi Aceh di tengah keberkahan bulan suci Ramadhan. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk konsolidasi sekaligus memperkuat soliditas organisasi.
Acara yang berlangsung dalam nuansa sederhana namun sarat makna tersebut dihadiri oleh para wakil ketua umum sekretaris, bendahara umum serta segenap pengurus teras Taekwondo Indonesia Aceh dari berbagai wilayah dengan jumlah 27 orang dan masih ada beberapa orang yang berhalangan karena pasca pemulihan terdampak banjir.
Samsul Bahri/ wakil ketua umum 1 menyampaikan pesan2 dari ketua umum Pengprov TI Aceh yang berhalangan hadir karena sedang bertugas di Jakarta, adapun pesan beliau adalah
Agar sesama pengurus selalu ber komitmen untuk terus memajukan organisasi olahraga Taekwondo ini walupun telah melahirkan banyak atlet berprestasi namun jangan pernah berhenti dalam pembinaan atlit
Ketua Umum Pengprov Taekwondo Indonesia Aceh, Letjen TNI Novi Helmy Prasetya, S.IP., M.IP menambahkan bahwa kegiatan buka puasa bersama ini bukan sekadar agenda rutin di bulan Ramadhan, tetapi juga menjadi ruang penting untuk menjaga soliditas sesama pengurus dalam sebuah organisasi.
Wakil ketua 2/ Mahdan: Menurutnya, organisasi yang kuat bukan hanya dibangun oleh program dan prestasi, tetapi juga oleh hubungan yang harmonis dan rasa saling memiliki di antara para pengurus dan anggota.
Wakil ketua umum 3/ Andriansyah: “Ramadhan mengajarkan kita tentang kesabaran, pengendalian diri, serta pentingnya berbagi dan mempererat silaturahmi. Nilai-nilai inilah yang juga menjadi landasan dalam membangun organisasi yang solid dan berkarakter,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Pengurus taekwondo Provinsi Aceh dan Kabupaten/ kota memiliki tanggung jawab besar dalam membina generasi muda, tidak hanya dalam hal prestasi olahraga, tetapi juga dalam membentuk karakter, disiplin, serta semangat sportivitas.
Dalam momentum ini juga turut hadir Ketua umum Pengcab TI Kabupaten Aceh Besar: Sabem Makmun, SHi. MH dan perwakilan ketua Umum Pengcab Kota Banda Aceh: Bambang juliansyah/ Sekretaris
Suasana menunggu waktu berbuka, para pengurus terlihat berbincang hangat. Canda ringan dan diskusi ringan mengalir di antara mereka, mencerminkan kedekatan yang telah terjalin selama ini. Kebersamaan tersebut menjadi gambaran nyata bahwa organisasi ini bukan hanya sekadar wadah olahraga, tetapi juga keluarga besar yang saling mendukung satu sama lain.
Momentum Ramadhan, bagi banyak organisasi, sering menjadi ruang untuk kembali merajut hubungan yang mungkin sempat renggang oleh kesibukan masing-masing. Demikian pula bagi keluarga besar Taekwondo Indonesia Aceh. Melalui kegiatan ini, semangat kebersamaan kembali diteguhkan.
Selain memperkuat silaturahmi, kegiatan buka puasa bersama ini juga menjadi kesempatan bagi para pengurus untuk bertukar pikiran mengenai berbagai program pembinaan ke depan. Pembahasan mengenai peningkatan kualitas atlet, pengembangan organisasi hingga penguatan jaringan pembinaan di daerah menjadi bagian dari percakapan yang mengalir secara natural di tengah suasana kebersamaan.
Para pengurus menyadari bahwa masa depan taekwondo Aceh sangat bergantung pada kekompakan dan keseriusan dalam membangun sistem pembinaan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, pertemuan seperti ini menjadi penting untuk menjaga komunikasi tetap hidup dan hubungan tetap harmonis.
Di sisi lain, kegiatan tersebut juga mencerminkan nilai-nilai yang diajarkan dalam olahraga taekwondo itu sendiri. Selain teknik bela diri, taekwondo dikenal menanamkan filosofi disiplin, penghormatan, kesabaran, serta semangat pantang menyerah. Nilai-nilai ini sejalan dengan spirit Ramadhan yang menekankan kesabaran, ketulusan, dan pengendalian diri.
Ketika adzan magrib akhirnya berkumandang, suasana berubah menjadi lebih khidmat. Para pengurus yang sejak tadi berbincang santai kemudian bersama-sama memanjatkan doa dan berbuka puasa dengan penuh rasa syukur.
Di meja-meja panjang yang dipenuhi hidangan berbuka, terlihat kebersamaan yang sederhana namun bermakna. Tidak ada sekat jabatan atau posisi. Semua duduk sejajar, berbagi makanan dan cerita, memperkuat rasa persaudaraan yang menjadi fondasi utama organisasi.
Kebersamaan seperti ini diharapkan dapat terus terjaga, sehingga keluarga besar Taekwondo Indonesia Aceh semakin solid dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan, termasuk dalam upaya meningkatkan prestasi olahraga Aceh di tingkat nasional maupun internasional.
Para pengurus juga berharap bahwa semangat kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan ini dapat menjadi energi baru bagi seluruh insan taekwondo di Aceh untuk terus bekerja, membina, dan melahirkan atlet-atlet yang tidak hanya berprestasi tetapi juga berkarakter kuat.
Ramadhan, pada akhirnya, bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga. Ia adalah ruang untuk memperbaiki hubungan, memperkuat persaudaraan, dan menyalakan kembali semangat kebersamaan.
Dari sebuah meja sederhana tampak sesama pengurus berbuka puasa bersama, terbit satu harapan yang sama: bahwa kebersamaan adalah kekuatan, dan silaturahmi adalah jalan panjang menuju prestasi serta keberkahan.






