Karang Baru, Dailymail Indonesia
Isu pemadaman listrik yang mencuat setelah kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Aceh Tamiang pada Jumat, 12 Desember 2025 ternyata terbukti, hal ini menimbulkan keresahan dan kekecewaan di tengah masyarakat. Warga menilai kabar tersebut mengganggu suasana pemulihan pascabencana serta menimbulkan persepsi negatif terhadap upaya penanganan yang sedang dilakukan pemerintah.
Dalam kunjungannya, Presiden Prabowo meninjau langsung kondisi Aceh Tamiang pasca banjir bandang yang terjadi pada 27 November 2025. Banjir tersebut menyebabkan kerusakan parah di berbagai wilayah, merendam dan merusak ribuan rumah, serta memutus aliran listrik di 12 kecamatan.
Sejak awal masa pemulihan, pemerintah pusat dan daerah telah melakukan berbagai langkah percepatan, termasuk pada sektor vital seperti jaringan kelistrikan. Perbaikan infrastruktur listrik diprioritaskan agar masyarakat tidak terus berada dalam kondisi gelap gulita. Upaya tersebut terlihat dari beberapa titik yang telah berhasil dialiri listrik kembali sebelum kedatangan Presiden.
Namun, mencuatnya isu pemadaman listrik pascakunjungan Presiden membuat sebagian warga merasa tidak nyaman dan curiga. Mereka khawatir situasi tersebut seolah sengaja diatur untuk menampilkan kondisi Aceh Tamiang telah pulih sepenuhnya di hadapan Presiden.
“Jangan buat laporan yang tidak benar dan jangan manfaatkan keadaan kami saat ini. Laporkan saja apa adanya, jangan buat laporan “Asal Bapak Senang,” (ABS) ungkap seorang warga yang resah terhadap kabar pemadaman listrik tersebut.
Warga sangat kecewa dengan kejadian dan kondisi ini berharap kepada pemerintah dan pihak terkait memberikan jaminan serta memastikan keandalan suplai listrik tetap menjadi prioritas sampai seluruh wilayah benar-benar pulih.









