Disambut Pelukan Warga, Tgk Ahmada DPD RI Hadiri Maulid di Dayah Darul Qulub

Aceh Besar7 Dilihat

INGIN JAYA, ACEH BESAR | Ada pemandangan yang selalu membuat hati terasa hangat setiap kali melihatnya. Seorang pemimpin yang datang bukan dengan jarak, tetapi dengan pelukan. Seorang wakil rakyat yang datang bukan untuk dilayani, tetapi untuk melayani dan menyapa warganya satu per satu.

Pemandangan seperti itulah yang terlihat di Dayah Darul Qulub, Cot Bada, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar, pada Minggu (8/11/2026).

Siang itu, Dayah Darul Qulub sedang menggelar Peringatan Maulidurrasul 1448 H. Sejak pagi, tenda-tenda sudah terpasang, kursi-kursi sudah tertata, dan warga sudah berdatangan dari berbagai penjuru gampong. Ada yang datang bersama keluarga, ada yang datang bersama rombongan majelis taklim, ada pula yang datang bersama anak-anak kecil mereka yang masih polos dan ceria.

Di tengah keramaian itulah, Anggota DPD RI / MPR RI Dapil Aceh 2024-2029, Tgk. Ahmada, tiba di lokasi. Kedatangannya langsung disambut dengan sambutan yang begitu hangat, begitu tulus, dan begitu kekeluargaan.

Dalam foto terlihat momen yang sangat menyentuh. Tgk. Ahmada DPD yang mengenakan baju batik coklat kehitaman bermotif khas dan peci hitam, tersenyum lebar sambil menjabat tangan dan menyalami seorang warga yang mengenakan kaos merah. Warga itu pun membalas dengan senyum yang sama lebarnya. Di sekeliling mereka, warga lainnya ikut tersenyum, ikut menyambut, ikut merasakan kebahagiaan yang sama.

Tidak ada sekat antara pemimpin dan rakyatnya. Tidak ada pengawalan yang membuat warga takut mendekat. Yang ada hanya jabat tangan, senyum, dan sapaan hangat yang membuat siapa pun yang melihatnya ikut merasa bahagia.

Begitulah sosok Tgk. Ahmada DPD yang dikenal masyarakat Aceh. Di Jakarta, ia adalah seorang Senator, anggota DPD RI dan MPR RI yang memperjuangkan Aceh di Senayan. Tapi di gampong-gampong Aceh, ia adalah Abu Ahmad, seorang ulama, seorang saudara, seorang anak Aceh yang selalu pulang dan menyapa warganya dengan penuh cinta.

Dayah Darul Qulub Cot Bada sendiri memiliki tempat yang istimewa di hati masyarakat Ingin Jaya. Dayah ini bukan hanya tempat belajar mengaji, tetapi juga tempat berkumpulnya masyarakat, tempat bermusyawarah, tempat anak-anak belajar akhlak, dan tempat seluruh warga mempererat silaturahmi.

Setiap tahun, peringatan Maulid Nabi di dayah ini selalu menjadi momen yang paling ditunggu-tunggu. Karena di momen inilah, seluruh warga Cot Bada dan sekitarnya berkumpul, bersatu, dan merayakan cinta mereka kepada Rasulullah Muhammad SAW.

Acara Maulidurrasul 1448 H tahun ini pun berlangsung dengan penuh khidmat dan meriah. Diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan shalawat dan zikir yang menggema di seluruh area dayah, hingga tausiyah yang mengajak jamaah untuk meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW.

Para penceramah mengingatkan, bahwa Maulid bukan sekadar perayaan. Maulid adalah pengingat. Pengingat bahwa kita punya teladan terbaik dalam diri Rasulullah SAW. Teladan dalam kejujuran, dalam kesabaran, dalam kasih sayang, dalam kepemimpinan, dan dalam kepedulian terhadap sesama.

Tgk. Ahmada pun larut dalam suasana itu. Ia duduk bersama jamaah, mendengarkan tausiyah, bershalawat, dan berbaur dengan warga. Sesekali ia berbincang dengan pimpinan dayah, sesekali ia menyapa para orang tua yang sudah lama dikenalnya, sesekali ia mengusap kepala anak-anak kecil yang mendekatinya dengan malu-malu.

Bagi warga Cot Bada, kehadiran Beliau di tengah-tengah mereka adalah sebuah kebanggaan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Mereka merasa dihargai. Mereka merasa diperhatikan. Mereka merasa bahwa perjuangan mereka dalam menjaga dayah dan membina generasi muda tidak berjalan sendirian.

Dalam berbagai kesempatan, Tgk. Ahmada selalu menekankan pentingnya peran dayah dalam kehidupan masyarakat Aceh. Menurutnya, dayah adalah jantung Aceh. Jika dayah hidup, maka Aceh akan hidup. Jika dayah kuat, maka Aceh akan kuat. Karena dari dayah-lah lahir ulama, lahir pemimpin, lahir generasi yang berakhlak mulia dan cinta kepada agama dan bangsanya.

Karena itu, ia selalu berkomitmen untuk terus hadir di tengah-tengah masyarakat, mendengarkan langsung aspirasi mereka, dan memperjuangkannya di tingkat pusat. Bukan hanya melalui rapat-rapat di Senayan, tetapi juga melalui kehadiran langsung di dayah-dayah, di meunasah-meunasah, dan di gampong-gampong Aceh.

Acara Maulid di Dayah Darul Qulub ini juga diwarnai dengan kenduri Maulid yang menjadi tradisi khas masyarakat Aceh. Hidangan khas Aceh disajikan untuk seluruh jamaah. Semua makan bersama, duduk bersama, tertawa bersama. Tidak ada yang dibedakan. Pejabat dan rakyat, tua dan muda, semua sama di hadapan Allah, semua bersaudara dalam cinta kepada Rasulullah.

Hingga acara berakhir, suasana keakraban masih terasa begitu kental. Tgk. Ahmada DPD masih melayani warga yang ingin bersalaman dan berfoto bersama. Satu per satu warga menyalaminya, mendoakannya agar selalu sehat, selalu kuat, dan selalu diberi kemudahan dalam memperjuangkan Aceh di Jakarta.

Peringatan Maulidurrasul 1448 H di Dayah Darul Qulub, Cot Bada, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar, pada Minggu, 8 November 2026 ini pun menjadi bukti nyata, bahwa tradisi Maulid di Aceh masih sangat hidup dan dicintai masyarakatnya.

Di tengah dunia yang semakin modern dan individualis, masyarakat Cot Bada masih memegang teguh tradisi, masih menjaga silaturahmi, dan masih mencintai Rasulullah dengan sepenuh hati.

Semoga dengan momentum Maulid ini, silaturahmi antara ulama, wakil rakyat, dan masyarakat Aceh semakin erat. Dan semoga Dayah Darul Qulub terus berkembang, melahirkan santri-santri terbaik yang akan menjadi penerus perjuangan ulama Aceh di masa depan.(**)