Tgk Ahmada DPD RI Terima Kunjungan Tamu Malaysia di Dayah Istiqamatuddin Lam Ateuk

Aceh Besar17 Dilihat

ACEH BESAR – Hubungan serumpun antara Aceh dan Malaysia kembali terjalin erat melalui jalur pendidikan dayah.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI) / MPR-RI Dapil Aceh 2024-2029, Tgk Ahmada, menerima kunjungan silaturahmi tamu dari Malaysia di Dayah Istiqamatuddin Darul Mu’arrif Lam Ateuk, Kabupaten Aceh Besar, pada Selasa, 27 Oktober 2026.

Dalam foto dokumentasi resmi @ahmadamz_official, Tgk Ahmada yang mengenakan baju koko kuning gading, sarung Aceh motif khas, dan peci hitam, tampak berdiri di tengah-tengah rombongan tamu. Ia didampingi oleh pimpinan Dayah Istiqamatuddin Darul Mu’arrif yang mengenakan baju putih dan sarung serupa.

Rombongan tamu dari Malaysia yang berjumlah sekitar 15 orang, terdiri dari para tokoh agama, akademisi, dan pengusaha muslim Malaysia, tampak antusias dan hangat berfoto bersama di beranda dayah yang asri dengan latar pepohonan hijau.

Dayah Istiqamatuddin Darul Mu’arrif Lam Ateuk yang terletak di kawasan Ingin Jaya, Aceh Besar, dikenal sebagai salah satu dayah modern yang terus berkembang dan sering menjadi tujuan studi banding bagi lembaga pendidikan Islam dari luar negeri, termasuk Malaysia.

Kunjungan tamu dari Malaysia ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi serumpun Melayu, bertukar pengalaman tentang pengelolaan pendidikan dayah dan pesantren, serta menjajaki potensi kerja sama di bidang pendidikan Islam, dakwah, dan ekonomi keumatan.

Tgk Ahmada selaku tuan rumah dan Anggota DPD-RI, menyambut baik kunjungan tersebut. Sebagai Senator yang membidangi isu-isu keagamaan dan pendidikan dayah, ia menilai kunjungan ini sangat penting untuk memperkuat diplomasi dayah Aceh di tingkat internasional.

“Alhamdulillah, hari ini Selasa, 27 Oktober 2026, kita menerima kunjungan mulia tamu-tamu kita dari Malaysia di Dayah Istiqamatuddin Darul Mu’arrif Lam Ateuk. Ini adalah bukti bahwa dayah Aceh sudah dikenal hingga ke mancanegara. Aceh dan Malaysia adalah saudara serumpun, se-iman dan se-aqidah,” ujar Tgk Ahmada.

Menurutnya, banyak persamaan antara sistem pendidikan dayah di Aceh dengan pondok pesantren di Malaysia. Oleh karena itu, kolaborasi dan pertukaran santri maupun ulama sangat mungkin dilakukan ke depan.

“Kita berdiskusi banyak tentang bagaimana dayah harus mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan tradisi keilmuan salaf. Tamu-tamu dari Malaysia sangat kagum dengan perkembangan Dayah Istiqamatuddin Darul Mu’arrif yang begitu pesat dan tertata rapi,” tambahnya.

Pimpinan Dayah Istiqamatuddin Darul Mu’arrif juga menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran Tgk Ahmada yang telah memfasilitasi pertemuan ini. Kehadiran Senator Aceh tersebut dinilai memberikan nilai tambah dan kehormatan bagi tamu dari negeri jiran.

Setelah sesi foto bersama di beranda utama dayah, rombongan melanjutkan kegiatan dengan berkeliling melihat fasilitas dayah, mulai dari asrama santri, balai pengajian, masjid dayah, hingga lahan pertanian dan peternakan yang dikelola secara mandiri oleh dayah.

Pertemuan diakhiri dengan jamuan makan siang bersama dengan menu khas Aceh dan doa bersama untuk keberkahan hubungan Aceh-Malaysia.

Kunjungan ini diharapkan menjadi awal dari kerja sama yang lebih konkret, terutama dalam upaya mempromosikan pendidikan dayah Aceh ke dunia internasional.(**)