Illiza Serahkan 18 Armada Baru untuk Pengangkutan Sampah

Banda Aceh37 Dilihat

BANDA ACEH – Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menyerahkan 18 unit armada pengangkutan sampah kepada Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Keindahan Kota (DLHK3) Banda Aceh. Armada tersebut terdiri atas sembilan unit mobil pikap L300 dan sembilan unit truk sampah yang akan digunakan untuk mendukung operasional pasukan oranye dalam menjaga kebersihan ibu kota Provinsi Aceh.

Penyerahan armada tersebut berlangsung di Taman Putroe Phang, Banda Aceh, Selasa (27/10/2026). Penambahan kendaraan operasional ini menjadi salah satu upaya Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh untuk meningkatkan kualitas pelayanan kebersihan, terutama dalam pengangkutan sampah di berbagai wilayah kota.

Illiza mengatakan, kehadiran armada baru tersebut diharapkan dapat meningkatkan semangat petugas kebersihan sekaligus memperlancar proses pengangkutan sampah agar berjalan lebih efektif, tertib, dan tepat waktu.

“Mudah-mudahan para pekerja kita semakin bersemangat. Kemudian, transportasi sampah di kota dan pembersihan sampah-sampah yang ada menjadi lebih baik dan lebih tepat waktu,” ujar Illiza.

Menurutnya, ketersediaan armada yang memadai merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung kelancaran tugas petugas kebersihan. Dengan dukungan kendaraan operasional yang lebih baik, petugas diharapkan dapat menjangkau wilayah pelayanan secara optimal sehingga sampah tidak menumpuk dan kebersihan lingkungan tetap terjaga.

Target Pukul 08.00 WIB Kota Sudah Bersih

Illiza menegaskan, Pemko Banda Aceh menargetkan kegiatan pembersihan di seluruh wilayah kota dapat diselesaikan pada pagi hari. Ia berharap, paling lambat pukul 08.00 WIB, kawasan kota sudah bersih dari sampah sehingga aktivitas masyarakat dapat berlangsung dengan nyaman.

“Harapan kami, pukul 08.00 pagi kota kita sudah bersih dari sampah,” katanya.

Untuk mewujudkan target tersebut, Illiza menekankan bahwa upaya menjaga kebersihan kota tidak dapat hanya dibebankan kepada petugas kebersihan dan pemerintah. Partisipasi aktif masyarakat juga sangat dibutuhkan, terutama dalam mengurangi sampah sejak dari sumbernya.

Ia mengajak masyarakat untuk mulai membangun kebiasaan mengelola sampah dari rumah masing-masing. Sampah yang dihasilkan setiap hari perlu dikelola dengan baik agar tidak seluruhnya berakhir di tempat pembuangan.

Selain melalui rumah tangga, pengurangan sampah juga diharapkan dilakukan secara bersama-sama di tingkat gampong. Menurut Illiza, pengelolaan sampah yang dimulai dari lingkungan terkecil akan membantu mengurangi beban pengangkutan sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.

Gampong Peduli Sampah Akan Mendapatkan Dukungan

Sebagai bagian dari upaya mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat, Pemko Banda Aceh juga berencana menyerahkan fasilitas becak sampah kepada sejumlah gampong yang dinilai telah menunjukkan kesadaran dan komitmen dalam mengelola sampah dari sumbernya.

Illiza menyebutkan, terdapat sekitar enam gampong yang telah dipilih untuk mendapatkan dukungan fasilitas tersebut. Selain itu, Pemko Banda Aceh juga menyiapkan armada becak sampah untuk mendukung operasional DLHK3.

“Ke depan, kami juga akan menyerahkan becak sampah untuk gampong-gampong yang sudah kami pilih, sekitar enam gampong. Kami juga menyiapkan fasilitas armada becak untuk DLHK3,” jelasnya.

Ia menjelaskan, pemberian fasilitas tersebut akan diprioritaskan kepada gampong yang telah menunjukkan kesadaran dan upaya nyata dalam mengelola sampah secara mandiri.

Langkah ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi gampong lainnya agar semakin aktif membangun sistem pengelolaan sampah yang baik di lingkungan masing-masing.

“Gampong-gampong yang memang sudah punya kesadaran akan kita fasilitasi. Nah, bagi yang belum, akan terus kita dorong,” ujar Illiza.

Kebersihan Kota Membutuhkan Kolaborasi

Penambahan 18 unit armada pengangkutan sampah dan rencana pemberian becak sampah kepada gampong merupakan bagian dari upaya memperkuat pelayanan kebersihan di Banda Aceh.

Namun, keberhasilan program tersebut tidak hanya ditentukan oleh jumlah kendaraan operasional maupun kemampuan petugas dalam mengangkut sampah. Kesadaran masyarakat untuk mengurangi dan mengelola sampah sejak dari rumah juga menjadi faktor penting.

Dengan dukungan armada yang memadai, peningkatan kinerja petugas kebersihan, serta keterlibatan masyarakat dan aparatur gampong, Pemko Banda Aceh berharap penanganan sampah dapat berjalan lebih optimal.

Pemerintah kota juga mendorong agar pengelolaan sampah tidak semata-mata berorientasi pada pengangkutan, tetapi turut menitikberatkan pada upaya mengurangi timbulan sampah dari sumbernya.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, petugas kebersihan, aparatur gampong, dan masyarakat, Banda Aceh diharapkan semakin mampu mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi seluruh warga.(**)