BANDA ACEH – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Irwansyah, S.T., menggelar Reses III Masa Persidangan I Tahun Anggaran 2026/2027 di halaman rumah dinasnya, Kamis (29/10/2026). Kegiatan tersebut dihadiri ratusan warga dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV yang meliputi Kecamatan Banda Raya dan Jaya Baru.
Reses ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi, masukan, serta kebutuhan pembangunan di lingkungan masing-masing. Selain membahas pembangunan infrastruktur dan peningkatan pelayanan publik, kegiatan tersebut juga diisi dengan pembekalan edukatif mengenai teknik mendaur ulang sampah rumah tangga agar memiliki nilai ekonomi.
Dalam pertemuan bersama konstituennya itu, Irwansyah menegaskan bahwa kegiatan reses merupakan bagian penting dari tugas anggota legislatif untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat sekaligus memperjuangkan aspirasi tersebut agar dapat ditindaklanjuti melalui program pembangunan pemerintah.
Menurutnya, perkembangan pembangunan Kota Banda Aceh saat ini menunjukkan tren yang semakin baik. Hal tersebut tidak terlepas dari kerja sama antara Pemerintah Kota Banda Aceh sebagai pihak eksekutif dan DPRK Banda Aceh sebagai lembaga legislatif dalam merumuskan serta mengawal kebijakan pembangunan daerah.
“Saya sudah tiga periode mengemban amanah di DPRK Banda Aceh, sehingga sangat memahami dinamika dan proses perkembangan pembangunan di kota ini. Tentu kondisi Banda Aceh saat ini jauh lebih baik, dan ini merupakan hasil kolaborasi nyata antara pihak eksekutif dan legislatif,” kata Irwansyah.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut menjelaskan, selama menjalankan tugas sebagai wakil rakyat, pihaknya terus berupaya menampung dan memperjuangkan berbagai aspirasi masyarakat, baik yang disampaikan secara langsung maupun melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).
Sejumlah usulan yang disampaikan masyarakat melalui para kepala desa atau keuchik menjadi perhatian untuk diperjuangkan sesuai kebutuhan dan prioritas pembangunan. Usulan tersebut antara lain pemasangan paving block di halaman meunasah, pengaspalan jalan, serta pembetonan jalan gampong yang dinilai penting untuk menunjang aktivitas masyarakat.
Irwansyah menyebutkan, pembangunan infrastruktur dasar masih menjadi salah satu kebutuhan utama warga. Kondisi jalan yang baik, halaman tempat ibadah yang tertata, serta fasilitas umum yang memadai dinilai dapat meningkatkan kenyamanan dan mendukung kelancaran aktivitas masyarakat sehari-hari.
“Pada tahun anggaran 2027 mendatang, fokus kita adalah merealisasikan program pembangunan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat luas. Pembangunan jalan kampung, pembenahan tempat ibadah, serta perbaikan sarana publik akan terus kita prioritaskan,” tegasnya.
Ia menambahkan, aspirasi masyarakat tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga menyangkut kebutuhan dasar lainnya yang berpengaruh langsung terhadap kualitas hidup warga.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah penataan sistem drainase atau saluran air. Menurutnya, saluran air yang berfungsi dengan baik sangat diperlukan untuk memperlancar aliran air hujan, mengurangi risiko genangan, serta mengantisipasi potensi banjir di kawasan permukiman.
Karena itu, pembenahan drainase perlu dilakukan secara terencana dan berkelanjutan dengan mempertimbangkan kondisi wilayah serta kebutuhan masyarakat. Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan permukiman yang lebih tertata, bersih, dan nyaman.
Selain infrastruktur jalan dan drainase, peningkatan fasilitas kesehatan juga menjadi salah satu aspirasi yang perlu mendapat perhatian. Ketersediaan sarana pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau masyarakat dinilai penting, terutama ketika warga menghadapi kondisi darurat yang membutuhkan penanganan segera.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat, Irwansyah secara pribadi menyatakan komitmennya untuk memperjuangkan pengadaan armada ambulans bagi warga Gampong Lampoh Daya, Kota Banda Aceh.
Keberadaan ambulans tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh akses transportasi medis yang lebih cepat ketika menghadapi keadaan darurat, termasuk saat harus membawa pasien ke fasilitas pelayanan kesehatan.
Ia berharap aspirasi yang disampaikan warga dalam kegiatan reses tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan dan penentuan prioritas program pembangunan ke depan.
Irwansyah juga menekankan pentingnya komunikasi dan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah gampong, Pemerintah Kota Banda Aceh, serta DPRK Banda Aceh agar berbagai persoalan di tingkat masyarakat dapat diidentifikasi dan dicarikan solusi secara bersama-sama.
Melalui kegiatan reses ini, ia berharap aspirasi warga Kecamatan Banda Raya dan Jaya Baru tidak hanya menjadi catatan, tetapi juga dapat diperjuangkan sesuai kewenangan, kemampuan anggaran, dan skala prioritas pembangunan daerah.
Dengan demikian, program pembangunan yang direncanakan pada tahun anggaran mendatang diharapkan semakin tepat sasaran dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Banda Aceh.(**)






