Kabut Asap Sumatera-Kalimantan Sampai ke Banda Aceh, Wali Kota Illiza Siapkan WFH

Banda Aceh28 Dilihat

BANDA ACEH – Pemerintah Kota Banda Aceh menyiapkan langkah alternatif menerapkan kebijakan _work from home_ (WFH) jika kabut asap kiriman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari sejumlah provinsi di Sumatera dan Kalimantan semakin parah.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, di Banda Aceh, Jumat.

“Kita sudah memantau kondisi udara kita saat ini di posisi orange. Artinya udara kita sudah tidak sehat. Kita bakal mengambil sikap apakah memberlakukan WFH bagi anak-anak sekolah,” kata Illiza.

Untuk diketahui, Banda Aceh dan Aceh secara umum saat ini telah menerima paparan asap sejak dua hari lalu. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memastikan asap tersebut merupakan kiriman dari karhutla Sumatera dan Kalimantan.

Illiza mengaku tidak menyangka kebakaran hutan tersebut menimbulkan dampak yang sangat luas bahkan sampai ke Banda Aceh sebagai daerah paling ujung barat Indonesia.

“Kondisi ini harus kita sikapi dengan baik, agar lebih cepat kita mengurangi risiko dampaknya,” ujarnya.

Illiza mengatakan, sejauh ini pihaknya telah memberikan peringatan kepada masyarakat untuk tidak beraktivitas di luar rumah kalau tidak terlalu penting. Terutama anak-anak yang memiliki penyakit asma bawaan, dan harus selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar.

Dalam rangka pencegahan risiko kesehatan, kata dia, Pemko Banda Aceh segera membahas permasalahan ini secara detail sebagai langkah kesiapsiagaan jika kondisinya semakin buruk. Termasuk menyiapkan pelayanan terbaik di rumah sakit dan Puskesmas.

“Kita segera duduk untuk kesiapsiagaan jika kondisi semakin berat. Kalau ini terus meningkat kita WFH, sekolah dari rumah. Dan kepada masyarakat, kalau memang tidak penting, sebaiknya di rumah saja,” demikian Illiza Sa’aduddin Djamal.

Sebelumnya, Pemko Banda Aceh telah menyiagakan seluruh Puskesmas 24 jam, menyiapkan stok oksigen di RSUD Meuraxa, dan membentuk posko siaga di Balai Kota sebagai langkah antisipasi cepat dan terkoordinasi.(**)