BANDA ACEH – Sebanyak 60 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh mengikuti Pelatihan Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk meningkatkan produktivitas dan kinerja. Kegiatan yang diselenggarakan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Banda Aceh tersebut berlangsung di Hotel Hip Hope, Kamis (15/10/2026).
Pelatihan ini diikuti pejabat fungsional dan pelaksana, terutama ASN yang bertugas dalam pengelolaan data, penyusunan laporan, serta pembuatan bahan presentasi. Untuk mendukung praktik langsung, seluruh peserta diwajibkan membawa laptop masing-masing.
Sekretaris BKPSDM Kota Banda Aceh, Cut Yunita, mengatakan pelatihan tersebut bertujuan memberikan pemahaman dasar sekaligus keterampilan praktis kepada ASN dalam memanfaatkan teknologi AI untuk menunjang pekerjaan sehari-hari.
Menurutnya, AI dapat digunakan untuk membantu analisis data, mendukung penyusunan kebijakan publik, meningkatkan efisiensi kerja, serta membangun budaya kerja yang berbasis teknologi.
“Tujuannya adalah memahami dasar dan aplikasi praktis AI, menggunakan AI untuk analisis data dan dukungan kebijakan publik, meningkatkan efisiensi kerja harian, serta membangun budaya kerja berbasis teknologi,” ujar Cut Yunita.
Ia berharap, setelah mengikuti pelatihan, para ASN mampu mengintegrasikan pemanfaatan AI ke dalam pelaksanaan tugas dan fungsi masing-masing, sehingga dapat meningkatkan kualitas pekerjaan dan pelayanan kepada masyarakat.
Materi yang diberikan mencakup pengenalan AI, pemanfaatan teknologi untuk penyusunan laporan, analisis data, serta etika dan tata kelola penggunaan AI. Peserta juga mempelajari cara memanfaatkan AI untuk menyusun dan meringkas dokumen, membuat bahan presentasi, serta meningkatkan pengelolaan media sosial organisasi perangkat daerah (OPD).
Meski mendorong pemanfaatan teknologi tersebut, Cut Yunita mengingatkan para ASN agar tetap memperhatikan keamanan data dan ketelitian dalam bekerja. Menurutnya, penggunaan AI harus dilakukan secara bijak dan tetap disertai pemeriksaan terhadap hasil yang dihasilkan teknologi tersebut.
“ASN diharapkan dapat meningkatkan efektivitas kerja dan kualitas dokumen, tetapi tetap harus memperhatikan keamanan data dan ketelitian,” tegasnya.
Sementara itu, Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Setdako Banda Aceh, Said Fauzan, yang membuka kegiatan tersebut, mengatakan bahwa AI memiliki peran penting dalam mendukung pelaksanaan tugas pemerintahan.
Ia menjelaskan, pemanfaatan AI dapat membantu ASN dalam berbagai pekerjaan, mulai dari penyusunan konsep surat dan laporan, pengelolaan data, penyusunan serta peringkasan dokumen, hingga pembuatan bahan presentasi dan pengembangan gagasan.
Dalam pandangannya, teknologi AI dapat menjadi instrumen pendukung untuk meningkatkan kapasitas ASN sekaligus mempercepat penyelesaian berbagai pekerjaan administratif.
Said Fauzan menegaskan, keberhasilan pemanfaatan AI tidak semata-mata diukur dari penggunaan teknologi, tetapi juga dari dampak nyata yang dihasilkan terhadap efisiensi kerja, kualitas hasil pekerjaan, dan peningkatan pelayanan publik.
Melalui pelatihan ini, Pemerintah Kota Banda Aceh berharap kompetensi digital ASN semakin meningkat sehingga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan mendukung terwujudnya birokrasi yang modern, efektif, serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat.(**)






