Antisipasi Dampak Karhutla, Wali Kota Illiza Bentuk Tim Khusus dan Pantau Kualitas Udara

Banda Aceh17 Dilihat

BANDA ACEH – Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh bergerak cepat menyikapi dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mulai menyelimuti wilayah Kota Banda Aceh.

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, memimpin langsung rapat koordinasi tanggap darurat karhutla bersama seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pada pukul 16.00 WIB di Balai Kota Banda Aceh.

Dalam arahannya, Wali Kota Illiza menginstruksikan seluruh jajaran untuk melakukan langkah antisipasi secara cepat, tepat, dan terkoordinasi. Ia menekankan pentingnya sosialisasi masif kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap bahaya paparan kabut asap.

“Saya minta sosialisasi dilakukan secara masif agar masyarakat peduli, seperti memakai masker dan mengurangi aktivitas yang kurang penting. Kita harus waspada terutama kepada kelompok rentan,” tegas Illiza.

Illiza menyebutkan, Pemko Banda Aceh akan segera membentuk tim khusus penanganan dampak karhutla serta membagi tugas yang jelas kepada masing-masing OPD. Pemantauan kualitas udara akan dilakukan secara terus-menerus untuk memastikan kondisi tetap aman bagi warga.

“Kita pantau terus, jangan sampai berisiko. Harapannya dampak karhutla tidak terus menyebar dan menebal,” ujarnya.

Tak hanya itu, Pemko juga menyiapkan sejumlah opsi kebijakan darurat jika kondisi kabut semakin memburuk. Di antaranya adalah penerapan kebijakan _work from home_ (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pembelajaran daring bagi siswa sekolah, serta penyesuaian jam operasional kafe dan warung kopi yang buka 24 jam untuk mengurangi aktivitas warga di luar ruangan.

Sektor kesehatan menjadi prioritas utama dalam rapat tersebut. Dinas Kesehatan memastikan seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Banda Aceh siaga 24 jam penuh, dengan membuka piket malam Instalasi Gawat Darurat (IGD) di setiap Puskesmas dan memastikan ketersediaan alat bantu pernapasan.

Langkah ini sebagai bentuk tanggap darurat dalam melayani masyarakat, terutama anak-anak dan warga dengan riwayat penyakit pernapasan yang rentan terdampak kabut asap.

Sementara itu, RSUD Meuraxa juga menyatakan kesiapan penuh dengan menambah stok oksigen, menyiapkan ruangan khusus untuk kondisi darurat, serta memesan obat-obatan antivirus dan antibiotik. Koordinasi tenaga medis untuk siaga penuh juga telah dilakukan.

Pemko Banda Aceh juga menekankan langkah antisipasi lintas sektor untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan bila tidak terlalu penting, khususnya bagi warga yang memiliki riwayat penyakit tertentu.

Rapat juga membahas pengusulan pembelajaran daring bagi siswa PAUD, TK, SD, SMP di wilayah Kota Banda Aceh sebagai bentuk perlindungan anak, terutama yang memiliki riwayat penyakit pernapasan.

Tidak sampai di situ, Pemko Banda Aceh melalui Dinas Syariat Islam telah berkoordinasi dengan Badan Kemakmuran Masjid (BKM) serta para dai dan daiyah untuk membantu menyebarluaskan informasi siaga bencana karhutla kepada jamaah dan masyarakat luas melalui mimbar-mimbar masjid.

Untuk memperkuat koordinasi lapangan, Pemko Banda Aceh juga akan membentuk posko siaga di Balai Kota dengan menyiagakan mobil ambulans dan mobil Puskesmas keliling, sehingga setiap OPD mengetahui peran dan tanggung jawab masing-masing dalam penanganan karhutla.(**)