Bupati Pidie Buka FGD Finalisasi Proposal IAIN Al-Hilal Sigli

Daerah98 Dilihat

PIDIE – Bupati Pidie, H. Sarjani Abdullah, M.H., didampingi Wakil Bupati Alzaizi serta bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), membuka secara resmi kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka finalisasi proposal alih bentuk dan alih status Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) dan Sekolah Tinggi Ilmu Syari’ah (STIS) Al-Hilal Sigli menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Al-Hilal Sigli.

Kegiatan tersebut berlangsung di Oproom Kantor Bupati Pidie, Kamis (15/10/2026), sebagai bagian dari upaya mematangkan persiapan pengembangan kelembagaan pendidikan tinggi Islam di Kabupaten Pidie.

FGD ini menjadi forum penting untuk membahas dan menyempurnakan dokumen proposal penggabungan kedua perguruan tinggi tersebut sekaligus perubahan status kelembagaan menuju institut agama Islam negeri. Proses finalisasi ini diharapkan dapat menghasilkan proposal yang komprehensif, sesuai dengan ketentuan yang berlaku, serta mampu menjawab kebutuhan pengembangan pendidikan tinggi di Aceh, khususnya di Kabupaten Pidie.

Rencana perubahan STIT dan STIS Al-Hilal Sigli menjadi IAIN Al-Hilal Sigli merupakan langkah strategis dalam memperkuat posisi pendidikan tinggi Islam di daerah. Dengan penggabungan kedua institusi tersebut, pengembangan kelembagaan diharapkan dapat dilakukan secara lebih terarah, terpadu, dan berkelanjutan.

Perubahan status menjadi institut juga membuka peluang bagi pengembangan bidang keilmuan yang lebih luas, tidak hanya dalam rumpun tarbiyah atau pendidikan Islam dan syariah, tetapi juga bidang-bidang keilmuan lain yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman, sesuai dengan izin serta ketentuan yang berlaku.

Keberadaan perguruan tinggi Islam yang semakin kuat di Kabupaten Pidie diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas, berintegritas, serta memiliki pemahaman keagamaan yang baik. Selain itu, pengembangan institusi pendidikan tinggi juga berpotensi memperluas akses masyarakat untuk memperoleh pendidikan tinggi tanpa harus pergi ke luar daerah.

Dalam konteks pembangunan daerah, pendidikan tinggi memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi muda yang mampu bersaing di dunia kerja sekaligus berkontribusi terhadap kemajuan masyarakat. Karena itu, upaya pengembangan kelembagaan pendidikan tinggi Islam perlu didukung melalui perencanaan yang matang, koordinasi lintas sektor, serta pemenuhan berbagai persyaratan administratif dan akademik.

Keterlibatan Bupati Pidie, Wakil Bupati, dan unsur Forkopimda dalam kegiatan tersebut menunjukkan pentingnya koordinasi antara pemerintah daerah dan pemangku kepentingan dalam mendorong pengembangan sektor pendidikan. Dukungan para pihak diperlukan agar proses finalisasi proposal dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan dokumen yang siap untuk memasuki tahapan berikutnya sesuai mekanisme yang ditetapkan pemerintah.

Melalui forum diskusi ini, berbagai aspek yang berkaitan dengan penggabungan dan penegerian diharapkan dapat dikaji secara menyeluruh. Pembahasan tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan bahwa rencana perubahan kelembagaan tidak hanya berorientasi pada peningkatan status, tetapi juga diikuti kesiapan tata kelola, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, serta penguatan mutu akademik.

Finalisasi proposal menjadi tahapan penting yang perlu mendapat perhatian serius. Dokumen yang tersusun dengan baik akan menjadi landasan dalam proses pengajuan dan penilaian oleh pihak berwenang. Dengan demikian, setiap persyaratan yang dibutuhkan perlu dipastikan terpenuhi agar rencana pengembangan STIT dan STIS Al-Hilal Sigli menuju IAIN Al-Hilal Sigli dapat diproses sesuai peraturan yang berlaku.

Jika rencana tersebut terealisasi, kehadiran IAIN Al-Hilal Sigli diharapkan menjadi salah satu tonggak pengembangan pendidikan tinggi Islam di Kabupaten Pidie. Institusi ini diharapkan dapat memperkuat tradisi keilmuan Islam, meningkatkan kualitas pendidikan, serta melahirkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik, karakter, dan kemampuan untuk menjawab tantangan masyarakat modern.

Selain memberikan manfaat bagi mahasiswa, pengembangan perguruan tinggi juga berpotensi memberikan dampak positif terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat sekitar. Aktivitas akademik, peningkatan kebutuhan layanan pendidikan, serta tumbuhnya berbagai kegiatan pendukung dapat menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan daerah.

Melalui FGD finalisasi proposal ini, seluruh pihak yang terlibat diharapkan dapat menyatukan pandangan dan memperkuat komitmen dalam mendukung pengembangan kelembagaan pendidikan tinggi Islam di Kabupaten Pidie.

Langkah tersebut diharapkan menjadi awal bagi terwujudnya institusi pendidikan tinggi Islam yang semakin maju, berkualitas, dan mampu memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat, sekaligus memperkuat peran Kabupaten Pidie sebagai salah satu daerah yang memiliki perhatian terhadap pengembangan pendidikan dan sumber daya manusia di Aceh.(**)