BIREUEN — Suasana khidmat menyelimuti Dayah Babussalam Al Aziziyah, Jeunieb, Kabupaten Bireuen, pada Senin 24 Agustus 2026. Ribuan santri, ulama, dan masyarakat dari berbagai daerah berkumpul untuk memperingati Haul ke-2 Ayahanda Tu Sop Jeunieb, sosok ulama kharismatik yang dikenang luas karena keteladanan dan pengabdiannya di dunia pendidikan dayah.
Di tengah lautan jamaah, hadir Anggota DPD-RI sekaligus Anggota MPR-RI Dapil Aceh periode 2024-2029, Tgk. Ahmada MZ. Kedatangan beliau disambut hangat oleh pimpinan dayah, para teungku, dan keluarga besar Tu Sop Jeunieb.
Menggunakan baju koko coklat dengan sarung dan kopiah hitam, Tgk. Ahmada tampak berjalan bersama para tokoh agama setempat. Kehadirannya bukan hanya sebagai bentuk penghormatan, tetapi juga sebagai pengingat pentingnya merawat warisan keilmuan dan akhlak yang ditinggalkan para ulama Aceh.
Dalam suasana haul, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, zikir, dan tausiah menjadi inti acara. Para ulama yang mengisi ceramah menekankan dua pesan utama dari Almarhum Tu Sop Jeunieb: memperkuat pendidikan agama di dayah dan menjaga persatuan umat di tengah dinamika zaman.
Tgk. Ahmada dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasi kepada keluarga dan pengelola Dayah Babussalam Al Aziziyah yang terus istiqamah melanjutkan perjuangan almarhum.
“Haul ini bukan sekadar mengenang. Ini adalah momentum kita mengambil ibrah, meneladani kesederhanaan, keikhlasan, dan semangat mendidik anak bangsa yang diajarkan Ayahanda Tu Sop Jeunieb,” ujarnya di sela acara.
Sebagai wakil Aceh di DPD-RI dan MPR-RI, Tgk. Ahmada juga menyoroti peran strategis dayah dalam membangun sumber daya manusia Aceh yang berakhlak dan berdaya saing. Ia menegaskan komitmennya untuk terus menyuarakan aspirasi dayah di tingkat nasional, mulai dari penguatan kurikulum, kesejahteraan tenaga pengajar, hingga dukungan infrastruktur pendidikan pesantren.
Acara haul ini menjadi bukti kuatnya hubungan antara lembaga legislatif dengan dunia dayah di Aceh. Kehadiran pejabat negara di tengah ulama dan santri dinilai penting untuk menjaga jembatan komunikasi antara kebijakan nasional dengan kebutuhan di akar rumput.
Seusai acara inti, Tgk. Ahmada bersama para tamu undangan melakukan ziarah ke makam Ayahanda Tu Sop Jeunieb. Doa bersama dipanjatkan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan agar semangat perjuangannya terus hidup di generasi berikutnya.
Peringatan haul ke-2 ini ditutup dengan makan bersama dan silaturahmi. Warga Jeunieb berharap tradisi seperti ini terus dijaga, karena haul bukan hanya ritual keagamaan, tetapi juga ruang untuk mempererat ukhuwah dan menguatkan identitas Aceh sebagai serambi Mekkah.(**)






