Aceh Tenggara – Semangat kebersamaan dan budaya gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia kembali terlihat dalam proses penyelesaian pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Buntul Kendawi, Kecamatan Darul Hasanah, Kabupaten Aceh Tenggara. Personel Babinsa jajaran Kodim 0108/Aceh Tenggara bersama masyarakat melaksanakan kegiatan pengecatan jembatan sebagai bagian dari tahap akhir (finishing) pembangunan, Kamis (02/07/2026).
Kegiatan tersebut merupakan kelanjutan dari rangkaian pembangunan jembatan yang sejak awal dikerjakan secara bersama-sama oleh TNI dan masyarakat. Kehadiran Jembatan Gantung Perintis diharapkan menjadi solusi atas kebutuhan akses transportasi warga yang selama ini masih terbatas, sekaligus menjadi sarana penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, pendidikan, pelayanan kesehatan, serta aktivitas sosial masyarakat di wilayah pedalaman.
Dengan penuh semangat, Babinsa dan masyarakat bahu-membahu mengecat setiap bagian konstruksi jembatan. Selain bertujuan memperindah tampilan, pengecatan juga berfungsi sebagai lapisan pelindung konstruksi besi dari pengaruh cuaca, kelembapan, dan korosi sehingga usia pakai jembatan menjadi lebih panjang serta tetap aman digunakan oleh masyarakat.
Babinsa setempat, Serka Safrijal, mengatakan bahwa proses pembangunan jembatan kini telah memasuki tahap akhir sebelum nantinya dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat. Ia menjelaskan bahwa pemilihan warna merah putih pada jembatan bukan sekadar mempercantik tampilan, tetapi juga memiliki makna mendalam sebagai simbol semangat nasionalisme, persatuan, serta kuatnya kemanunggalan TNI dengan rakyat.
“Alhamdulillah, pembangunan Jembatan Gantung Perintis kini telah memasuki tahap finishing, yaitu pengecatan. Warna merah putih yang digunakan melambangkan semangat kebangsaan sekaligus menjadi pengingat bahwa pembangunan ini lahir dari kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian antara TNI dan masyarakat dalam membangun desa,” ujar Serka Safrijal.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan pembangunan jembatan tersebut tidak terlepas dari partisipasi aktif masyarakat yang sejak awal selalu hadir memberikan tenaga, waktu, dan dukungan. Semangat gotong royong yang terus terpelihara menjadi bukti bahwa pekerjaan sebesar apa pun akan terasa lebih ringan apabila dilaksanakan secara bersama-sama.
Menurut Serka Safrijal, keberadaan jembatan ini nantinya akan memberikan manfaat yang sangat besar bagi masyarakat Desa Buntul Kendawi, Desa Penungkunen, maupun desa-desa lain di sekitarnya. Selama ini warga harus menempuh jalur yang lebih jauh dan membutuhkan waktu lebih lama untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Dengan adanya jembatan tersebut, akses menuju lahan pertanian, sekolah, fasilitas kesehatan, maupun pusat perekonomian akan menjadi lebih mudah, aman, dan efisien.
Selain meningkatkan konektivitas antarwilayah, jembatan ini juga diyakini akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Para petani akan lebih mudah mengangkut hasil panen ke pasar, anak-anak dapat berangkat ke sekolah dengan lebih cepat dan aman, sementara masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan tidak lagi mengalami kesulitan saat melintasi sungai.
Serka Safrijal menegaskan bahwa Kodim 0108/Aceh Tenggara akan terus mendukung berbagai program pembangunan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Melalui peran Babinsa di wilayah binaan, TNI akan senantiasa hadir mendampingi masyarakat dalam setiap kegiatan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan, memperkuat ketahanan wilayah, serta mendorong percepatan pembangunan di daerah.
“Kami berharap jembatan ini nantinya dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dan dijaga bersama oleh seluruh masyarakat. Keberadaan jembatan ini bukan hanya menjadi sarana penghubung antarwilayah, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan, semangat gotong royong, dan eratnya hubungan antara TNI dengan rakyat. Semoga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.
Kegiatan gotong royong berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan antusiasme. Personel Babinsa bersama warga saling bekerja sama menyelesaikan proses pengecatan hingga seluruh bagian jembatan tampak rapi, bersih, dan representatif. Kekompakan yang terjalin selama kegiatan menjadi gambaran nyata bahwa sinergi antara TNI dan masyarakat merupakan modal utama dalam mewujudkan pembangunan yang berkualitas dan berkelanjutan.
Salah seorang warga Desa Buntul Kendawi, Bapak Budi (60), mengaku sangat bersyukur atas terbangunnya Jembatan Gantung Perintis yang selama ini menjadi harapan masyarakat. Ia menyampaikan apresiasi kepada Babinsa dan seluruh personel TNI yang sejak awal pembangunan selalu hadir mendampingi masyarakat tanpa mengenal lelah.
“Kami sangat berterima kasih kepada bapak-bapak TNI yang telah bekerja bersama masyarakat dari awal hingga sekarang. Jembatan ini sangat kami butuhkan karena akan mempermudah kami membawa hasil kebun, mengantar anak-anak ke sekolah, serta menuju fasilitas kesehatan. Semoga jembatan ini menjadi manfaat besar bagi masyarakat dan hubungan antara TNI dengan rakyat semakin erat serta tetap terjaga dengan baik,” ungkap Bapak Budi.
Melalui kegiatan tersebut, kembali terbukti bahwa kehadiran Babinsa di tengah masyarakat tidak hanya menjalankan tugas pembinaan teritorial, tetapi juga menjadi motor penggerak dalam membangun semangat gotong royong, mempercepat pembangunan infrastruktur, dan memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat demi terwujudnya masyarakat yang maju, mandiri, dan sejahtera.












