TNI Bersama Warga Perbaiki Jembatan Aramco yang Rusak Diterjang Arus Sungai di Ds. Blang Rongka, Bener Meriah

Kodam IM5 Dilihat

Bener Meriah – Tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Bener Meriah dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan meningkatnya debit air sungai hingga menyebabkan kerusakan pada salah satu ujung Jembatan Aramco Alur Pungkeh yang berada di Desa Blang Rongka, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah. Derasnya arus air menggerus bagian oprit dan pondasi jembatan sehingga sempat mengganggu kelancaran akses transportasi masyarakat yang setiap hari melintasi jalur tersebut.

Merespons kondisi tersebut, prajurit Kodim 0119/Bener Meriah melalui Koramil 03/Timang Gajah bersama masyarakat Desa Blang Rongka bergerak cepat melaksanakan kegiatan gotong royong untuk memperbaiki jembatan yang sebelumnya dibangun oleh jajaran TNI. Kegiatan perbaikan tersebut dilaksanakan pada Selasa (30/06/2026) sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan masyarakat sekaligus menjaga kelancaran aktivitas warga.

Komandan Koramil 03/Timang Gajah, Kapten Inf Takdir Anur, menjelaskan bahwa pihaknya segera mengerahkan personel setelah menerima laporan dari masyarakat mengenai kerusakan jembatan akibat derasnya aliran sungai. Menurutnya, langkah cepat sangat diperlukan mengingat Jembatan Aramco Alur Pungkeh merupakan akses vital yang menghubungkan berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari menuju lahan pertanian, sekolah, pusat pelayanan kesehatan, hingga pusat perekonomian.

“Begitu menerima informasi dari masyarakat, kami langsung menurunkan personel ke lokasi untuk melakukan penanganan awal bersama warga. Kerusakan terjadi akibat meningkatnya debit air sungai yang menggerus bagian oprit dan pondasi di salah satu sisi jembatan. Keselamatan masyarakat serta kelancaran akses transportasi menjadi prioritas utama sehingga perbaikan harus segera dilaksanakan,” ujar Kapten Inf Takdir Anur.

Dalam proses perbaikan tersebut, personel Koramil bersama masyarakat bekerja secara bergotong royong dengan penuh semangat. Berbagai tahapan pekerjaan dilakukan mulai dari mengangkat dan menata material, memasang tambahan satu hole rangkaian Aramco sebagai penguat konstruksi, melakukan penimbunan kembali pada bagian tanah yang tergerus, hingga memperkuat pondasi dan sisi jembatan agar lebih kokoh menghadapi tekanan arus sungai.

Seluruh pekerjaan dilaksanakan secara bertahap dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan kerja serta kualitas hasil perbaikan. Upaya tersebut bertujuan agar konstruksi jembatan menjadi lebih kuat dan mampu mengantisipasi potensi kerusakan apabila kembali terjadi cuaca ekstrem maupun peningkatan debit air sungai pada musim penghujan mendatang.

Kegiatan gotong royong ini juga menjadi bukti nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat yang selama ini terus terjalin dengan baik di wilayah binaan. Kehadiran prajurit TNI di tengah masyarakat tidak hanya memberikan bantuan tenaga, tetapi juga menjadi motivasi bagi warga untuk bersama-sama menjaga fasilitas umum yang memiliki peranan penting dalam mendukung aktivitas sehari-hari.

Melalui kerja sama yang solid antara TNI dan masyarakat, proses perbaikan dapat dilaksanakan secara efektif sehingga akses transportasi yang sebelumnya terganggu dapat segera dipulihkan. Sinergi tersebut sekaligus mencerminkan semangat kebersamaan dalam menghadapi berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan masyarakat.

Warga Desa Blang Rongka pun menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada jajaran Koramil 03/Timang Gajah yang telah bergerak cepat membantu memperbaiki jembatan tersebut. Mereka mengakui bahwa keberadaan Jembatan Aramco Alur Pungkeh memiliki peranan yang sangat vital sebagai jalur penghubung utama yang setiap hari digunakan masyarakat untuk mengangkut hasil pertanian, bersekolah, bekerja, maupun memenuhi berbagai kebutuhan lainnya.

Dengan semangat gotong royong yang terus terpelihara, diharapkan proses perbaikan Jembatan Aramco Alur Pungkeh dapat segera diselesaikan sehingga kembali dapat digunakan secara aman, nyaman, dan lancar oleh masyarakat. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, khususnya menjaga kebersihan saluran air, bantaran sungai, serta tidak melakukan aktivitas yang dapat menghambat aliran air, sehingga risiko kerusakan infrastruktur akibat tingginya curah hujan dapat diminimalisasi di masa mendatang.