Pembinaan Kemandirian WBP Lapas Tobelo: Dari Kebun, Menuju Keterampilan dan Harapan Baru

Nasional12 Dilihat

Tobelo – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tobelo kembali menunjukkan komitmennya dalam membina kemandirian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui kegiatan produktif di bidang pertanian. Pada Selasa, 28 April 2026, suasana pagi di area kebun Lapas Tobelo tampak berbeda. Sejak pukul 09.00 WIT, para WBP yang terlibat dalam program pembinaan kemandirian telah bersiap mengikuti rangkaian kegiatan yang dimulai dengan apel pagi di Pos Komandan Jaga.

Kegiatan ini menjadi bagian penting dari program pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada pengisian waktu, tetapi juga memberikan keterampilan nyata yang dapat dimanfaatkan para WBP setelah kembali ke masyarakat. Usai apel, sebanyak tujuh orang WBP diarahkan menuju area kebun untuk melaksanakan pekerjaan pertanian yang telah direncanakan.

Di bawah pengawasan petugas, para WBP melakukan pemasangan ajir bambu pada setiap lubang tanam yang telah dilapisi mulsa plastik. Teknik pemasangan dilakukan dengan pola silang, sebuah metode yang umum digunakan dalam praktik pertanian modern untuk memperkuat penyangga tanaman agar mampu bertahan dari beban buah maupun terpaan angin. Kegiatan ini tidak hanya melatih ketelitian, tetapi juga memperkenalkan standar teknis pertanian yang baik dan benar.

Selain pemasangan ajir, para WBP juga melakukan pembersihan kebun dari gulma dan tanaman pengganggu. Langkah ini sangat penting untuk menjaga kesuburan tanah dan memastikan tanaman dapat tumbuh secara optimal tanpa persaingan unsur hara. Dengan lingkungan kebun yang lebih bersih, potensi hasil panen pun diharapkan meningkat secara signifikan.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, aman, dan sesuai prosedur, berkat pengawasan langsung dari Staf Giatja dan CPNS yang bertugas. Kehadiran petugas tidak hanya sebagai pengawas, tetapi juga sebagai pembimbing yang memberikan arahan teknis kepada para WBP selama kegiatan berlangsung.

Hasil dari kegiatan ini terlihat nyata. Bedengan tanaman kini telah dilengkapi ajir bambu sesuai standar teknis, kebun menjadi lebih rapi dan bersih, serta kondisi tanaman lebih terjaga untuk mendukung pertumbuhan maksimal. Lebih dari itu, kegiatan ini juga memberikan dampak positif dalam meningkatkan keterampilan, disiplin, dan rasa tanggung jawab para WBP.

Program pembinaan seperti ini menjadi wujud nyata upaya pemasyarakatan dalam mengubah stigma, bahwa masa pembinaan di dalam Lapas dapat menjadi momentum untuk belajar dan berkembang. Melalui kegiatan pertanian, para WBP tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga harapan untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri setelah masa pidana berakhir.

Kepala Lapas Kelas IIB Tobelo, DONNI ISA DERMAWAN, menegaskan bahwa kegiatan pembinaan kemandirian akan terus ditingkatkan sebagai bagian dari proses reintegrasi sosial. Ia berharap, keterampilan yang diperoleh para WBP dapat menjadi bekal berharga dalam menjalani kehidupan yang produktif di tengah masyarakat.

Caption Foto:

Warga Binaan Pemasyarakatan Lapas Kelas IIB Tobelo melakukan pemasangan ajir bambu dan pembersihan kebun sebagai bagian dari pembinaan kemandirian di bidang pertanian, Selasa (28/4/2026).