Panen Raya Ketimun Bapas Tidore, Wujud Nyata Ketahanan Pangan

Nasional86 Dilihat

TIDORE — Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Tidore kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui kegiatan panen raya ketimun yang dilaksanakan pada Kamis, 2 April 2026. Kegiatan ini berlangsung di lahan ketahanan pangan milik Bapas dan diikuti oleh seluruh jajaran pegawai dalam suasana penuh kebersamaan dan semangat gotong royong.

Panen raya tersebut menjadi hasil dari kerja keras yang telah dimulai sejak Februari 2026. Selama kurang lebih dua bulan, lahan yang sebelumnya tidak produktif itu dikelola secara optimal melalui perawatan intensif. Proses budidaya dilakukan dengan pendekatan ramah lingkungan, mulai dari penyiraman rutin, penggunaan pupuk organik, hingga pengendalian hama secara alami. Upaya ini membuahkan hasil yang menggembirakan dengan panen ketimun berkualitas baik dan dalam jumlah yang optimal.

Kegiatan ini turut dihadiri langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bapas Kelas II Tidore, Djunaidi A. Fabanyo, bersama para pejabat struktural, pegawai, serta pemagang. Dalam sambutannya, Djunaidi menyampaikan apresiasi atas dedikasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan program tersebut. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini bukan hanya soal hasil panen, tetapi juga tentang semangat kebersamaan, inovasi, dan pemanfaatan sumber daya secara maksimal.

“Hasil yang kita capai hari ini adalah bukti bahwa dengan kerja sama dan komitmen yang kuat, kita mampu mengubah lahan yang sebelumnya tidak produktif menjadi sumber pangan yang bermanfaat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Djunaidi menjelaskan bahwa hasil panen ketimun ini akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi internal kantor. Selain itu, tidak menutup kemungkinan untuk dipasarkan sebagai bagian dari upaya mendukung efisiensi anggaran serta optimalisasi potensi yang dimiliki. Program ini dinilai mampu menekan biaya operasional, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan bahan pangan segar.

Tak hanya berdampak secara ekonomi, kegiatan ini juga memberikan manfaat lain, seperti peningkatan keterampilan pegawai di bidang pertanian, penguatan budaya kerja sama, serta mendorong penerapan pola hidup sehat di lingkungan kerja. Para pegawai tidak hanya menjalankan tugas administratif, tetapi juga terlibat langsung dalam kegiatan produktif yang bernilai edukatif dan aplikatif.

Sebagai tindak lanjut dari keberhasilan panen raya ini, Bapas Kelas II Tidore berencana untuk terus mengembangkan program ketahanan pangan dengan menanam berbagai komoditas hortikultura lainnya, seperti cabai dan kangkung. Selain itu, pengelolaan lahan akan ditingkatkan melalui perencanaan yang lebih matang, penguatan kapasitas sumber daya manusia, serta penerapan teknik budidaya yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Langkah ini diharapkan mampu menjaga kesinambungan produksi sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam mendukung ketahanan pangan di lingkungan instansi pemerintah. Upaya tersebut juga sejalan dengan semangat kemandirian dan efisiensi yang terus didorong dalam tata kelola pemerintahan modern.

Dengan terselenggaranya kegiatan panen raya ini, Bapas Kelas II Tidore menegaskan perannya tidak hanya sebagai lembaga pembimbing kemasyarakatan, tetapi juga sebagai institusi yang adaptif dan inovatif dalam menjawab tantangan pembangunan nasional. Keberhasilan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi instansi lainnya untuk memanfaatkan lahan yang tersedia secara produktif dan berkelanjutan.(**)