Ternate — Pasca gempa bumi berkekuatan 7,6 Skala Richter yang mengguncang wilayah Maluku Utara dan sekitarnya, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Maluku Utara, Said Mahdar, turun langsung meninjau kondisi Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Ternate, Kamis (2/4/2026).
Peninjauan tersebut dilakukan sebagai bentuk respons cepat terhadap dampak bencana yang cukup signifikan, khususnya terhadap fasilitas pelayanan publik di lingkungan pemasyarakatan. Dalam kunjungannya, Said Mahdar didampingi sejumlah pejabat dan unsur terkait, termasuk Kepala Bapas Kelas II Ternate, jajaran tim pembinaan dan pengamanan intelijen, serta aparat dari Polsek Ternate Utara dan Basarnas Kota Ternate.
Dari hasil peninjauan di lapangan, terlihat jelas bahwa gedung Bapas Kelas II Ternate mengalami kerusakan cukup parah. Bagian depan bangunan dilaporkan rusak berat akibat guncangan kuat, bahkan sebagian atap mengalami runtuh. Sementara itu, pada bagian belakang gedung ditemukan retakan pada dinding dan lantai yang berpotensi membahayakan keselamatan pegawai maupun masyarakat yang datang untuk mendapatkan layanan.
Kondisi ini berdampak langsung terhadap aktivitas pelayanan publik di Bapas Ternate. Proses administrasi dan pembinaan klien pemasyarakatan terpaksa terganggu, bahkan untuk sementara waktu dinyatakan tidak dapat berjalan secara optimal. Situasi tersebut tentu menjadi perhatian serius mengingat peran Bapas yang sangat penting dalam sistem pemasyarakatan, khususnya dalam pembimbingan dan pengawasan klien.
Dalam kesempatan itu, Said Mahdar mengimbau seluruh pegawai, baik di Bapas Ternate maupun seluruh satuan kerja pemasyarakatan di Maluku Utara, agar tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan. Ia menekankan pentingnya menjaga keselamatan diri serta terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat.
“Keselamatan adalah yang utama. Saya minta seluruh jajaran tetap siaga dan tidak lengah terhadap potensi gempa susulan yang bisa terjadi sewaktu-waktu,” tegasnya.
Selain itu, Kakanwil juga menyoroti pentingnya koordinasi lintas sektor dalam penanganan dampak bencana ini. Ia mengapresiasi keterlibatan aparat TNI/Polri yang turut membantu melakukan peninjauan dan pengamanan lokasi, serta dukungan dari Basarnas dalam upaya mitigasi dan penanganan darurat.
Diketahui, gedung yang saat ini digunakan oleh Bapas Kelas II Ternate merupakan fasilitas pinjam pakai dari Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Barat. Kondisi bangunan yang kini mengalami kerusakan parah semakin menambah urgensi penanganan cepat agar pelayanan kepada masyarakat tidak terhenti terlalu lama.
Sebagai langkah tindak lanjut, Said Mahdar meminta jajaran Bapas untuk segera berkoordinasi dengan instansi terkait guna percepatan pembersihan puing-puing bangunan serta mencari solusi alternatif lokasi pelayanan sementara. Hal ini dinilai penting agar pelayanan kepada masyarakat tetap dapat berjalan meskipun dalam kondisi darurat.
“Kita harus bergerak cepat. Koordinasi dengan semua pihak harus segera dilakukan agar penanganan bisa maksimal dan pelayanan publik tetap berjalan,” ujarnya.
Peristiwa gempa bumi ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapan infrastruktur dan sistem tanggap darurat di setiap instansi pemerintah, khususnya yang memberikan layanan langsung kepada masyarakat. Dengan langkah cepat dan sinergi berbagai pihak, diharapkan pemulihan kondisi Bapas Ternate dapat segera terwujud.(**)






