Lapas Sanana Panen Buncis dan Kacang Panjang, Warga Binaan Dibekali Keterampilan Pertanian

Nasional6 Dilihat

SANANA – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sanana terus menunjukkan komitmennya dalam membina warga binaan melalui kegiatan produktif dan bermanfaat. Salah satu upaya nyata tersebut diwujudkan melalui kegiatan panen buncis dan kacang panjang yang dilaksanakan di lahan pertanian milik Lapas Kelas IIB Sanana, Kamis (7/5/2026).

Kegiatan panen yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 10.00 WIT itu dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIB Sanana, David Lekatompessy, bersama jajaran pejabat struktural serta warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang selama ini aktif mengikuti program pembinaan di bidang pertanian.

Suasana kebersamaan tampak mewarnai kegiatan tersebut. Para warga binaan dengan penuh semangat memanen hasil pertanian yang telah mereka rawat selama beberapa waktu terakhir. Hasil panen berupa buncis dan kacang panjang itu menjadi bukti nyata bahwa program pembinaan kemandirian di lingkungan Lapas tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi benar-benar menghasilkan manfaat positif.

Kepala Lapas Kelas IIB Sanana, David Lekatompessy, mengatakan bahwa kegiatan pertanian merupakan salah satu program unggulan pembinaan kemandirian yang terus dikembangkan di dalam lapas. Menurutnya, pembinaan seperti ini penting untuk memberikan bekal keterampilan kepada warga binaan agar nantinya dapat kembali ke masyarakat dengan kemampuan yang berguna dan produktif.

“Melalui kegiatan pertanian ini, warga binaan tidak hanya mengisi waktu dengan kegiatan positif, tetapi juga belajar mengenai proses bercocok tanam, perawatan tanaman hingga panen. Ini menjadi pengalaman dan keterampilan yang diharapkan dapat bermanfaat setelah mereka selesai menjalani masa pidana,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemanfaatan lahan kosong di lingkungan lapas menjadi area pertanian produktif juga merupakan langkah strategis dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Selain menghasilkan sayur-mayur yang dapat dimanfaatkan, kegiatan tersebut sekaligus menciptakan lingkungan pembinaan yang lebih aktif, sehat dan produktif.

Program pertanian yang dijalankan Lapas Kelas IIB Sanana juga sejalan dengan implementasi 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam mendorong pemberdayaan warga binaan melalui kegiatan pembinaan yang berkelanjutan dan bernilai ekonomis.

Menurut David, keberhasilan panen kali ini menjadi motivasi bagi seluruh jajaran dan warga binaan untuk terus mengembangkan berbagai sektor pembinaan lainnya. Ke depan, pihaknya akan terus memaksimalkan potensi lahan yang ada guna meningkatkan hasil pertanian sekaligus memperluas keterampilan warga binaan.

“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berjalan secara berkesinambungan sehingga warga binaan memiliki semangat untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik, mandiri dan siap kembali ke tengah masyarakat,” tambahnya.

Selama kegiatan berlangsung, situasi di lingkungan Lapas Kelas IIB Sanana berjalan aman, tertib dan kondusif. Kegiatan panen tersebut juga mendapat apresiasi dari berbagai pihak karena dinilai mampu menghadirkan pola pembinaan yang humanis, edukatif dan produktif bagi warga binaan pemasyarakatan.(**)