MEULABOH – Aktivitas arus balik Lebaran 2026 di lintasan penyeberangan Sinabang–Meulaboh terpantau berjalan lancar dan terkendali. Hingga saat ini, lonjakan penumpang belum menunjukkan peningkatan signifikan, sehingga proses keberangkatan kapal masih berlangsung dengan aman dan tertib.
Hal tersebut tercermin dari data manifest pelayaran KMP Teluk Sinabang yang berangkat pada 24 Maret 2026. Dalam pelayaran tersebut, kapal mengangkut sebanyak 255 penumpang yang terdiri dari masyarakat yang kembali dari kampung halaman maupun yang melanjutkan aktivitas pasca libur Idulfitri.
Selain penumpang, kapal juga membawa berbagai jenis kendaraan dengan total mencapai 143 unit. Rinciannya meliputi 134 unit kendaraan golongan II, 7 unit kendaraan golongan IV, serta 2 unit kendaraan golongan V. Jumlah ini dinilai masih dalam batas kapasitas normal, sehingga tidak menimbulkan antrean panjang di pelabuhan.
Kapten KMP Teluk Sinabang, Panaehan Siregar, menjelaskan bahwa seluruh proses keberangkatan berlangsung tanpa kendala berarti. Awak kapal memastikan seluruh prosedur keselamatan dijalankan sesuai standar yang berlaku.
“Selain penumpang dan kendaraan, kami juga mengangkut barang sekitar 10 ton dan 8 ekor hewan. Secara umum, kondisi pelayaran aman dan terkendali,” ujar Panaehan.
Ia juga menambahkan bahwa arus balik pada lintasan Sinabang–Meulaboh masih tergolong stabil. Tidak terjadi penumpukan penumpang pada satu jadwal keberangkatan tertentu, karena distribusi penumpang relatif merata.
Kondisi ini menunjukkan bahwa manajemen arus balik tahun ini berjalan cukup baik, didukung oleh kesiapan operator kapal serta koordinasi dengan pihak terkait, termasuk Dinas Perhubungan.
Sementara itu, pihak pelabuhan terus melakukan pemantauan guna memastikan kelancaran arus balik hingga beberapa hari ke depan. Penumpang juga diimbau untuk tetap mematuhi aturan keselamatan selama berada di area pelabuhan maupun saat berada di atas kapal.
Dengan kondisi yang relatif normal ini, diharapkan arus balik Lebaran di wilayah tersebut dapat berlangsung hingga selesai tanpa hambatan berarti, serta memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan laut.(**)












