Polda Aceh Apresiasi Mudik Gratis, Arus Lebaran Lebih Lancar dan Aman

Banda Aceh – Kepolisian Daerah (Polda) Aceh memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan program mudik gratis yang digagas Pemerintah Aceh melalui Dinas Perhubungan pada momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi. Program ini dinilai tidak hanya membantu masyarakat secara ekonomi, tetapi juga berdampak signifikan terhadap kelancaran arus lalu lintas di seluruh wilayah Aceh selama periode mudik dan arus balik.

Direktur Lalu Lintas Polda Aceh, Kombes Pol. Deden Supriyatna Imhar, menegaskan bahwa program mudik gratis menjadi salah satu faktor penting dalam mengurai kepadatan kendaraan di jalan raya. Hal tersebut disampaikan dalam konferensi pers terkait evaluasi angkutan Lebaran 2026 yang berlangsung di Banda Aceh, Senin (30/3/2026).

Menurut Deden, kehadiran program ini mampu mengalihkan sebagian besar masyarakat dari penggunaan kendaraan pribadi ke moda transportasi massal yang telah disediakan pemerintah. Dampaknya, volume kendaraan di jalur-jalur utama selama puncak arus mudik dapat ditekan secara signifikan.

“Program mudik gratis ini sangat membantu. Tanpa adanya fasilitas tersebut, masyarakat cenderung menggunakan kendaraan pribadi, yang tentu berpotensi meningkatkan kemacetan dan risiko kecelakaan lalu lintas,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pengelolaan arus mudik berbasis transportasi massal seperti ini merupakan langkah strategis dalam menciptakan sistem transportasi yang lebih tertib, aman, dan efisien. Selain mengurangi kepadatan lalu lintas, program ini juga berkontribusi terhadap penurunan potensi kecelakaan di jalan raya.

Lebih lanjut, Deden menekankan bahwa aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program mudik gratis. Seluruh armada yang digunakan, baik bus maupun angkutan umum lainnya, telah melalui proses ramp check atau pemeriksaan kelayakan operasional secara menyeluruh.

Pemeriksaan tersebut meliputi kondisi teknis kendaraan, kelengkapan administrasi, hingga kesiapan pengemudi. Para sopir bus juga diwajibkan menjalani tes kesehatan, termasuk tes urin, guna memastikan mereka bebas dari pengaruh zat berbahaya serta dalam kondisi prima saat mengemudi.

“Kami pastikan seluruh pengemudi dalam kondisi sehat. Mereka juga terus diingatkan untuk beristirahat jika merasa lelah atau mengantuk, demi menjaga keselamatan penumpang,” tambahnya.

Konferensi pers tersebut turut dihadiri sejumlah pemangku kepentingan di sektor transportasi dan keselamatan, di antaranya Kepala Dinas Perhubungan Aceh, perwakilan Jasa Raharja Kanwil Aceh, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Aceh, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, manajemen ASDP Banda Aceh, serta Angkasa Pura Bandara Sultan Iskandar Muda.

Sinergi lintas instansi ini menjadi bukti komitmen bersama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama periode angkutan Lebaran, khususnya dalam menjamin kelancaran, keamanan, dan kenyamanan perjalanan mudik.

Sebelumnya, Gubernur Aceh, H. Muzakir Manaf, secara resmi melepas keberangkatan peserta program mudik gratis dari Depo Trans Koetaradja, Banda Aceh, pada pertengahan Maret lalu. Pelepasan tersebut menjadi simbol dimulainya program yang ditujukan untuk membantu masyarakat pulang ke kampung halaman dengan biaya terjangkau.

Program mudik gratis ini disambut antusias oleh masyarakat, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi. Selain meringankan beban biaya perjalanan, fasilitas yang disediakan juga dinilai lebih aman dan nyaman karena berada dalam pengawasan pemerintah.

Dengan keberhasilan pelaksanaan tahun ini, Polda Aceh berharap program serupa dapat terus dilanjutkan dan ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang. Kolaborasi antara pemerintah daerah dan instansi terkait dinilai menjadi kunci dalam menciptakan sistem transportasi yang lebih baik, khususnya pada momen-momen krusial seperti arus mudik Lebaran.(**)