JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali menggelar konferensi pers rutin untuk memaparkan hasil Asesmen Sektor Jasa Keuangan dan Kebijakan OJK dari Rapat Dewan Komisioner (RDK) Bulanan periode Oktober 2025. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyampaikan bahwa sektor jasa keuangan nasional secara umum tetap stabil dan terjaga dengan baik meski dihadapkan pada kondisi global yang dinamis.
Menurut Friderica, kinerja sektor keuangan Indonesia hingga akhir Oktober 2025 menunjukkan ketahanan yang kuat. Hal ini tercermin dari stabilnya permodalan industri perbankan, peningkatan fungsi intermediasi, serta tren positif pada pasar modal dan industri keuangan non-bank. “OJK terus memantau dan melakukan langkah-langkah antisipatif terhadap potensi risiko global yang dapat memengaruhi stabilitas sistem keuangan nasional,” ujarnya dalam konferensi yang disiarkan secara virtual.
Lebih lanjut, Friderica menjelaskan bahwa OJK telah memperkuat koordinasi dengan berbagai lembaga terkait, termasuk Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan, dalam menjaga stabilitas makroprudensial. Di tengah situasi ketidakpastian ekonomi global, OJK menegaskan komitmennya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi domestik yang inklusif melalui kebijakan yang adaptif dan berkelanjutan.
Selain itu, OJK juga menyoroti pentingnya edukasi dan perlindungan konsumen di tengah maraknya produk keuangan digital. “Kami terus meningkatkan literasi keuangan masyarakat agar semakin memahami hak dan kewajiban mereka sebagai konsumen jasa keuangan,” kata Friderica. Ia menegaskan bahwa penguatan aspek perilaku pelaku usaha jasa keuangan menjadi salah satu prioritas OJK guna menciptakan industri keuangan yang sehat, transparan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Dalam paparan yang disampaikan secara daring melalui platform Zoom, OJK juga melaporkan perkembangan kebijakan strategis yang tengah dijalankan, termasuk penguatan tata kelola, percepatan transformasi digital, serta dukungan terhadap sektor UMKM agar semakin berdaya saing.
Konferensi pers yang digelar rutin setiap bulan ini merupakan bagian dari transparansi dan akuntabilitas OJK kepada publik. Melalui forum ini, OJK menyampaikan hasil asesmen terbaru mengenai kondisi dan arah kebijakan sektor jasa keuangan di Indonesia.
Dengan komunikasi yang terbuka dan data yang berbasis analisis mendalam, OJK berharap masyarakat dapat memahami kondisi ekonomi dan keuangan nasional secara lebih komprehensif, sekaligus memperkuat kepercayaan terhadap stabilitas sektor keuangan Indonesia.(**)










