Warga Kuta Alam Sampaikan Aspirasi Infrastruktur dan Keamanan kepada Aiyub Bukhari

Parlementaria19 Dilihat

BANDA ACEH – Berbagai persoalan pembangunan dan kebutuhan lingkungan menjadi aspirasi utama warga Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh, dalam kegiatan reses Wakil Ketua Komisi I DPRK Banda Aceh, Aiyub Bukhari, S.Pd.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Langkawi Hotel, Jalan Syiah Kuala, Kecamatan Kuta Alam, Rabu (28/10/2026), warga menyampaikan sejumlah usulan dan keluhan yang membutuhkan perhatian serta dukungan Pemerintah Kota Banda Aceh.

Salah seorang warga, Susi, secara khusus meminta agar Aiyub Bukhari dapat mengadvokasi pemasangan CCTV di lingkungan permukiman. Permintaan tersebut disampaikan menyusul maraknya kasus pencurian meteran air dan pompa air milik warga.

Menurutnya, keberadaan CCTV sangat dibutuhkan sebagai salah satu langkah pencegahan tindak kriminal sekaligus membantu meningkatkan rasa aman masyarakat.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Aiyub Bukhari menyampaikan bahwa seluruh aspirasi masyarakat akan didengarkan, dicatat, dan ditampung untuk selanjutnya diperjuangkan sesuai dengan kewenangan serta bidang masing-masing melalui instansi terkait di lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh.

Politikus Partai Demokrat itu mengatakan, persoalan infrastruktur lingkungan masih menjadi salah satu kebutuhan yang banyak disuarakan masyarakat. Selain perbaikan drainase dan penambahan lampu penerangan jalan, dukungan terhadap pengembangan usaha masyarakat serta peningkatan keamanan lingkungan juga perlu mendapat perhatian.

“Semua aspirasi kita dengar, kita tampung, dan akan kita advokasi sesuai dengan kewenangan serta bidang masing-masing,” ujar Aiyub.

Ia menjelaskan, kegiatan reses merupakan bagian dari tanggung jawab anggota legislatif untuk turun langsung ke tengah masyarakat, menyerap berbagai kebutuhan, sekaligus mengetahui persoalan yang dihadapi warga di daerah pemilihan.

Aiyub juga menyebutkan, sejumlah aspirasi masyarakat yang dihimpun melalui kegiatan reses pada tahun sebelumnya telah diperjuangkan dan mulai direalisasikan pada tahun ini, terutama yang berkaitan dengan pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur lingkungan.

Meski demikian, ia tidak menampik bahwa realisasi seluruh aspirasi masyarakat membutuhkan proses dan penyesuaian dengan kemampuan keuangan daerah. Keterbatasan anggaran pemerintah menjadi salah satu tantangan dalam memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat secara bersamaan.

Karena itu, Aiyub memastikan seluruh aspirasi yang disampaikan warga dalam pertemuan tersebut tetap menjadi perhatian dan akan diperjuangkan secara bertahap melalui mekanisme serta program pemerintah yang tersedia.

Ia berharap komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat dapat terus terjalin dengan baik sehingga berbagai persoalan di tingkat gampong dapat diketahui lebih cepat dan dicarikan solusi bersama.

“Apa yang diinginkan warga akan kita perjuangkan semaksimal mungkin agar bisa diwujudkan,” tutup Aiyub Bukhari. (*)