BANDA ACEH – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh dari Daerah Pemilihan (Dapil) V yang meliputi Kecamatan Meuraxa dan Kuta Raja, Ismawardi, kembali menunjukkan komitmennya sebagai wakil rakyat yang dekat dengan konstituen. Ia menggelar kegiatan Temu Ramah dengan Masyarakat Dalam Rangka Reses III Masa Persidangan I Tahun 2026/2027 Dapil V Kecamatan Meuraxa dan Kuta Raja, Kota Banda Aceh.
Kegiatan reses yang merupakan agenda wajib anggota dewan untuk menyerap aspirasi masyarakat ini berlangsung dalam suasana santai, akrab, dan penuh kekeluargaan di sebuah cafe di Kota Banda Aceh.
Dalam foto yang diabadikan, terlihat momen Ismawardi, S.Pd (tengah, mengenakan kemeja putih dan kacamata) sedang memegang mikrofon dan berbicara dengan penuh semangat di hadapan warga. Gestur tangannya yang menunjuk menunjukkan keseriusan dalam menjelaskan program dan mendengarkan masukan. Ia duduk di sofa merah marun bersama beberapa staf dan tokoh masyarakat. Di belakangnya terpampang spanduk besar bertuliskan “Temu Ramah Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota Banda Aceh Ismawardi, S.Pd Dengan Masyarakat Dalam Rangka Reses III MP I Tahun 2026/2027 Dapil V Kecamatan Meuraxa dan Kuta Raja Kota Banda Aceh. Di atas meja terlihat beberapa cangkir kopi, menandakan suasana diskusi yang cair ala warung kopi Aceh.
Reses ini menjadi momentum penting bagi masyarakat Meuraxa dan Kuta Raja untuk menyampaikan langsung berbagai keluhan dan harapan mereka kepada wakilnya di parlemen kota. Dua kecamatan yang berada di pesisir utara Banda Aceh ini memang memiliki tantangan tersendiri, mulai dari persoalan infrastruktur pesisir, kebersihan lingkungan, pemberdayaan ekonomi nelayan, hingga persoalan banjir rob dan drainase.
Dalam pemaparannya, Ismawardi, S.Pd menegaskan bahwa reses bukan sekadar formalitas, melainkan kewajiban moral untuk mendengarkan suara rakyat secara langsung. Ia berkomitmen untuk membawa semua aspirasi tersebut ke dalam rapat paripurna DPRK Banda Aceh.
“Reses ini adalah waktu saya untuk kembali kepada yang memilih saya, masyarakat Meuraxa dan Kuta Raja. Saya ingin mendengar langsung, tanpa perantara, apa yang menjadi kebutuhan dan keluhan warga. Baik itu soal jalan lingkungan yang rusak, lampu jalan yang mati, bantuan untuk nelayan, atau soal pendidikan anak-anak kita,” ujar Ismawardi di hadapan warga.
Ia menjelaskan, Dapil V meliputi dua kecamatan yang menjadi gerbang pesisir Banda Aceh, sehingga pembangunan di kawasan ini harus menjadi prioritas. Ismawardi mengaku telah mencatat beberapa aspirasi prioritas yang mengemuka dalam pertemuan tersebut.
“Alhamdulillah, malam ini banyak masukan yang sangat berharga. Warga Meuraxa mengeluhkan soal drainase yang tersumbat saat hujan deras, sementara warga Kuta Raja banyak menyampaikan aspirasi terkait pemberdayaan UMKM pesisir dan bantuan alat tangkap untuk nelayan. Semua ini akan saya perjuangkan agar masuk dalam program prioritas APBK Banda Aceh tahun mendatang,” tegas politisi yang dikenal dekat dengan masyarakat tersebut.
Ismawardi juga menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan. Ia mengajak warga untuk tidak sungkan menyampaikan kritik dan saran yang membangun melalui kegiatan reses maupun di luar reses.
“Jangan anggap saya sudah jadi anggota dewan lalu sulit ditemui. Pintu saya selalu terbuka untuk warga Dapil V. Silakan datang, silakan hubungi saya. Tugas saya adalah menyuarakan suara bapak-ibu semua di gedung dewan,” tambahnya.
Kegiatan Temu Ramah tersebut berlangsung interaktif. Sejumlah warga yang hadir bergantian menyampaikan aspirasi dan pertanyaan. Mulai dari persoalan BPJS Kesehatan, bantuan rumah tidak layak huni, hingga harapan agar ada pelatihan keterampilan bagi pemuda di Meuraxa dan Kuta Raja agar tidak terjerumus ke hal-hal negatif.
Acara yang dikemas dalam konsep ngopi bareng ini diakhiri dengan foto bersama dan komitmen Ismawardi untuk terus mengawal aspirasi tersebut hingga terealisasi. Warga yang hadir mengapresiasi gaya reses Ismawardi yang tidak kaku dan lebih mengedepankan dialog dua arah.(**)






