Longsoran Batu Tutupi Jalan di Geurutee, Pengendara Diminta Ekstra Waspada

Breakingnews285 Dilihat

Aceh Jaya – Hujan deras yang mengguyur wilayah perbukitan Geurutee, Kecamatan Jaya, Kabupaten Aceh Jaya, Senin (10/11/2025) sore, menyebabkan terjadinya longsoran batu dan tanah di sepanjang jalur Lintas Banda Aceh–Calang. Kejadian ini sempat membuat arus lalu lintas terganggu dan menimbulkan antrean kendaraan di beberapa titik rawan.

Informasi yang diperoleh dari warga dan pengguna jalan menyebutkan, material batu dan tanah mulai jatuh dari tebing sekitar pukul 16.30 WIB, tepat setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut selama lebih dari satu jam. Batu-batu berukuran sedang tampak berserakan di badan jalan, terutama di tikungan tajam yang dikenal sebagai salah satu jalur paling ekstrem di lintasan Geurutee.

“Awalnya hujan deras, lalu beberapa menit kemudian terdengar suara batu jatuh dari tebing. Kami langsung berhenti dan menunggu situasi aman,” ujar Amiruddin (35), sopir minibus jurusan Banda Aceh–Calang yang kebetulan melintas di lokasi.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Namun, sejumlah pengendara terpaksa menepi dan menunggu petugas membersihkan material batu agar bisa melanjutkan perjalanan.

Menurut pantauan di lapangan, kondisi jalan di kawasan Geurutee cukup licin dan rawan longsor karena berada di jalur berbukit dengan kemiringan tajam. Hujan deras yang turun hampir setiap hari dalam beberapa pekan terakhir membuat tanah di sekitar tebing menjadi gembur dan mudah tergerus air.

Personel kepolisian bersama warga setempat langsung turun ke lokasi untuk membantu mengatur lalu lintas dan membersihkan jalan dari tumpukan batu. Meski begitu, petugas mengimbau agar pengendara tetap berhati-hati, terutama saat melintasi kawasan tanjakan dan turunan curam.

“Kami mengimbau pengguna jalan untuk memperlambat laju kendaraan, jangan memaksa melintas jika kondisi hujan deras, dan selalu waspada terhadap potensi longsor susulan,” kata Kapolsek Jaya, Ipda M. Ridwan, saat dikonfirmasi sore tadi.

Ridwan juga menegaskan bahwa tim gabungan dari BPBD Aceh Jaya dan Dinas PUPR telah dikerahkan ke lokasi untuk menyingkirkan material longsor dan memastikan jalan kembali aman dilalui kendaraan.

Sementara itu, warga sekitar berharap pemerintah segera memperkuat tebing-tebing rawan longsor di sepanjang jalur Geurutee dengan pemasangan bronjong atau dinding penahan, mengingat jalan ini merupakan akses utama penghubung antara Banda Aceh dan Calang yang selalu padat dilalui kendaraan pribadi maupun angkutan logistik.

“Kami sudah sering lihat batu jatuh kalau hujan deras. Harapannya ada penanganan permanen supaya tidak terus terjadi seperti ini,” ujar Maimun (42), warga setempat.

Hingga berita ini diturunkan, arus lalu lintas di kawasan Geurutee sudah kembali lancar dengan sistem buka-tutup, namun pengguna jalan tetap diminta waspada karena potensi hujan lebat masih tinggi.

BMKG Aceh sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di sejumlah wilayah pesisir barat Aceh, termasuk Kabupaten Aceh Jaya, dengan potensi hujan deras disertai angin kencang dan petir.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *