Banjir Besar Rendam Lhoong, Warga Siaga dan Evakuasi Barang Berharga

Aceh Besar54 Dilihat

Aceh Besar – Hujan deras yang mengguyur kawasan pesisir barat Aceh sejak Selasa (11/11/2025) pagi menyebabkan debit air sungai di Kecamatan Lhoong, Kabupaten Aceh Besar, meluap dan merendam sejumlah desa. Luapan air sungai yang bersumber dari kawasan perbukitan itu mulai menggenangi pemukiman warga sekitar pukul 11.00 WIB.

Informasi dari relawan Tagana Kecamatan Lhoong dan Kampung Siaga Bencana (KSB) Beusare Lhoong menyebutkan, banjir terjadi akibat curah hujan tinggi yang berlangsung selama beberapa jam tanpa henti. Air yang turun dari perbukitan langsung mengalir deras ke permukiman warga di Desa Suhoem, Geunteut, Umoeng Seuribee, dan Krueng Kala.

Akibatnya, beberapa rumah warga terendam hingga setinggi lutut orang dewasa. Sebagian jalan desa juga tidak dapat dilalui kendaraan, terutama di kawasan yang letaknya lebih rendah.

“Air mulai naik cepat sekitar pukul sebelas siang. Kami sudah siaga karena biasanya kalau hujan terus seperti ini, air dari bukit akan turun deras,” ujar Agus Widiansyah, personel Tagana Lhoong, saat dikonfirmasi.

Agus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat curah hujan masih tinggi dan kondisi awan tebal masih menutupi sebagian besar wilayah Aceh Besar.

“Kami mengimbau warga untuk tetap waspada, segera evakuasi ke tempat yang lebih tinggi jika air terus naik, dan hindari aktivitas di daerah yang tergenang,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya menyiapkan kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, dan obat-obatan, karena dikhawatirkan banjir dapat berlangsung lama jika hujan tidak segera reda.

Sementara itu, sejumlah warga terlihat mulai mengevakuasi barang-barang berharga, seperti dokumen penting, perabot rumah tangga, serta kendaraan roda dua ke lokasi yang lebih aman. Anak-anak dan lansia menjadi prioritas utama untuk diamankan lebih dulu ke rumah keluarga atau meunasah (surau) yang berada di tempat tinggi.

“Air terus naik, jadi kami amankan dulu barang-barang penting dan anak-anak. Semoga hujan cepat berhenti,” ujar Zainal, salah seorang warga Desa Krueng Kala.

Petugas Tagana dan KSB Beusare Lhoong terus melakukan pemantauan langsung di lapangan untuk memastikan tidak ada warga yang terjebak di rumah. Mereka juga membantu menyalurkan bantuan darurat bagi warga yang membutuhkan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa. Namun, aktivitas warga di beberapa desa mulai terganggu akibat genangan air di jalan utama. Pihak berwenang berharap cuaca segera membaik agar air sungai dapat surut dan masyarakat bisa kembali beraktivitas seperti biasa.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini potensi hujan lebat disertai angin kencang di wilayah Aceh Besar dan sekitarnya hingga dua hari ke depan.

Dengan kondisi tersebut, masyarakat diminta untuk tetap siaga dan tidak panik, serta selalu memantau informasi resmi dari pihak terkait mengenai perkembangan cuaca dan status banjir.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *