BANDA ACEH – PT Pembangunan Aceh (PEMA) terus menunjukkan perannya sebagai perusahaan daerah strategis yang aktif mendorong pertumbuhan ekonomi Aceh melalui berbagai langkah inovatif dan ekspansi usaha. Setelah sukses menembus pasar internasional lewat ekspor kopi Aceh ke Amerika Serikat, kini PEMA kembali memperlihatkan komitmennya dalam mendukung pembangunan daerah melalui keterlibatan pada sektor infrastruktur telekomunikasi.
Langkah tersebut menjadi bagian dari visi besar perusahaan dalam memperkuat fondasi ekonomi Aceh berbasis investasi, perdagangan, dan pengembangan sektor unggulan daerah. Di bawah kepemimpinan Direktur Utama Mawardi Nur, PEMA dinilai semakin agresif membangun kolaborasi strategis dengan berbagai pihak guna membuka peluang ekonomi baru yang berdampak langsung terhadap masyarakat.
Sebelumnya, keberhasilan ekspor kopi Aceh ke pasar Amerika Serikat menjadi salah satu tonggak penting bagi PEMA dalam memperkenalkan komoditas unggulan Aceh ke tingkat global. Ekspor tersebut tidak hanya menjadi simbol meningkatnya daya saing produk lokal, tetapi juga membuka peluang lebih luas bagi petani dan pelaku usaha kopi di Aceh untuk menjangkau pasar internasional.
Kopi Aceh selama ini dikenal memiliki kualitas premium dengan cita rasa khas yang diminati pasar dunia. Melalui dukungan PEMA, produk kopi lokal mampu menembus pasar ekspor dengan standar internasional, sekaligus memperkuat posisi Aceh sebagai salah satu daerah penghasil kopi terbaik di Indonesia.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa perusahaan daerah mampu bertransformasi menjadi motor penggerak ekonomi yang profesional dan kompetitif. PEMA tidak hanya berorientasi pada keuntungan bisnis, tetapi juga menghadirkan nilai tambah bagi pembangunan ekonomi Aceh secara berkelanjutan.
Melanjutkan capaian strategis itu, PEMA kini turut mengambil bagian dalam mendukung pembangunan jaringan telekomunikasi di Aceh seiring realisasi investasi yang dilakukan PT Telkom Akses. Keterlibatan ini dipandang sebagai langkah penting dalam mempercepat transformasi digital dan memperkuat konektivitas di berbagai wilayah.
Pembangunan infrastruktur telekomunikasi memiliki peranan vital dalam mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, pelayanan publik, hingga pengembangan sektor usaha berbasis digital. Dengan semakin luasnya jaringan telekomunikasi, masyarakat akan lebih mudah mengakses layanan internet dan teknologi informasi yang kini menjadi kebutuhan utama di era modern.
Kehadiran investasi di sektor telekomunikasi juga diyakini mampu membuka peluang kerja baru, meningkatkan produktivitas usaha masyarakat, serta mendorong tumbuhnya ekosistem ekonomi digital di Aceh. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mempercepat pembangunan daerah berbasis teknologi dan inovasi.
Direktur Utama PEMA, Mawardi Nur, menegaskan bahwa perusahaan akan terus berupaya menghadirkan program dan kerja sama strategis yang memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi Aceh. Menurutnya, PEMA ingin menjadi bagian penting dalam membangun kemandirian ekonomi daerah melalui penguatan investasi dan pengembangan potensi lokal.
Ia juga menilai bahwa sinergi antara BUMD, pemerintah, dan sektor swasta menjadi kunci utama dalam menciptakan pembangunan yang berkelanjutan dan berdaya saing. Karena itu, PEMA akan terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mempercepat kemajuan Aceh di berbagai sektor.
Dengan berbagai langkah strategis yang terus dilakukan, PEMA kini semakin memperlihatkan eksistensinya sebagai perusahaan daerah yang tidak hanya fokus pada bisnis, tetapi juga memiliki peran besar dalam mendorong kemajuan Aceh menuju daerah yang lebih modern, produktif, dan terhubung dengan pasar global.(**)






