BIREUEN — Anggota DPD RI/MPR RI Dapil Aceh, Tgk Ahmada MZ menghadiri kegiatan Haul ke-21 Abu Bireuen, Tgk H. Muhammad Kasem bin Teuku Basyah, yang berlangsung khidmat di Dayah Darul Khairat, Kabupaten Bireuen, Sabtu (9/5/2026).
Kehadiran senator asal Aceh yang akrab disapa Tgk Ahmada itu disambut hangat oleh para ulama, pimpinan dayah, santri serta masyarakat yang memadati lokasi acara. Momentum haul tersebut menjadi ajang silaturahmi ulama dan umara dalam memperkuat ukhuwah Islamiyah serta mengenang perjuangan dan keteladanan Abu Bireuen sebagai salah satu tokoh kharismatik Aceh.
Dalam suasana penuh kekhusyukan, rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, zikir, doa bersama dan tausiyah agama yang mengingatkan pentingnya menjaga warisan ilmu para ulama dayah di Aceh. Para jamaah juga tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan haul yang telah menjadi tradisi tahunan masyarakat Aceh.
Tgk H. Muhammad Kasem bin Teuku Basyah dikenal sebagai sosok ulama kharismatik yang memiliki kontribusi besar dalam pengembangan pendidikan Islam dan pembinaan umat di Aceh. Semasa hidupnya, beliau aktif mendidik generasi muda melalui dayah serta menanamkan nilai-nilai keislaman, persatuan dan akhlakul karimah kepada masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Tgk Ahmada menyampaikan bahwa haul bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum untuk mengenang jasa dan perjuangan para ulama yang telah banyak memberikan kontribusi bagi pembangunan peradaban Islam di Aceh.
Menurutnya, ulama memiliki peran penting dalam menjaga moral masyarakat, memperkuat pendidikan agama dan menjadi perekat persatuan umat. Karena itu, tradisi haul harus terus dijaga sebagai bentuk penghormatan terhadap pewaris ilmu dan dakwah Islam di Aceh.
“Kita berharap generasi muda dapat meneladani perjuangan para ulama terdahulu yang telah mengabdikan hidupnya untuk pendidikan dan syiar Islam. Aceh besar karena ulama, dan warisan itu harus terus kita rawat bersama,” ujar Ahmada di sela kegiatan.
Kegiatan haul tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh agama, pimpinan dayah, santri dan masyarakat dari berbagai daerah di Aceh. Kehadiran ribuan jamaah menunjukkan besarnya kecintaan masyarakat terhadap ulama serta kuatnya tradisi keagamaan yang masih terjaga di Tanah Rencong.
Selain menjadi ajang doa bersama, haul Abu Bireuen juga menjadi wadah mempererat hubungan antarulama, tokoh masyarakat dan pemerintah dalam membangun Aceh yang religius, damai dan bermartabat. Suasana kebersamaan tampak begitu kental selama acara berlangsung, mencerminkan nilai-nilai persaudaraan yang diwariskan para ulama Aceh dari generasi ke generasi.(**)






