Banda Raya Dorong PAUD Jadi Satuan Pendidikan Aman Bencana

Banda Aceh41 Dilihat

BANDA ACEH – Pemerintah Kecamatan Banda Raya terus mendorong terwujudnya Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di seluruh Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana sekaligus memberikan rasa aman bagi peserta didik, guru, dan orang tua.

Langkah tersebut diawali dengan sosialisasi SPAB yang diikuti para kepala sekolah dan perwakilan guru PAUD se-Kecamatan Banda Raya di Ruang Pertemuan Hotel Jeumpa Manheim, Kamis (15/10/2026).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut audiensi antara Camat Banda Raya dan Bunda PAUD Kecamatan Banda Raya dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banda Aceh. Sosialisasi tersebut menjadi langkah konkret untuk meningkatkan mutu layanan PAUD, khususnya dalam membangun kesiapsiagaan dan budaya sadar bencana sejak usia dini.

Sosialisasi ini turut dihadiri Ketua Pokja Bunda PAUD Kota Banda Aceh, perwakilan Kepala Dinas Pendidikan, perwakilan Kepala Pelaksana BPBD Kota Banda Aceh yang juga bertindak sebagai narasumber, Bunda PAUD dan Pokja Bunda PAUD, serta pengurus Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) dan Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI).

Ketua Pokja Bunda PAUD Kota Banda Aceh, Dr. dr. Siti Hajar, M.Kes., M.Ked(Oph), S.Pm., mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia berharap sosialisasi tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi dilanjutkan dengan langkah nyata berupa simulasi kebencanaan serta penandatanganan perjanjian kerja sama dengan BPBD terkait pelaksanaan program SPAB.

Menurutnya, keberadaan satuan pendidikan yang aman bencana menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi anak-anak. Dengan demikian, pihak sekolah diharapkan memiliki pemahaman serta kemampuan dasar untuk menghadapi situasi darurat yang berpotensi terjadi di lingkungan pendidikan.

Sementara itu, Bunda PAUD Kecamatan Banda Raya, Yonanda, ST., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu inovasi Bunda PAUD Kecamatan Banda Raya melalui program BARATA (Banda Raya Tangguh).

Melalui program tersebut, pihaknya memprioritaskan upaya mendorong seluruh satuan PAUD di Kecamatan Banda Raya agar memenuhi tahapan pembentukan SPAB.

Yonanda berharap program ini dapat memperkuat perlindungan terhadap anak-anak selama mengikuti kegiatan belajar di sekolah. Selain itu, keberadaan SPAB juga diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan orang tua dan masyarakat terhadap kesiapan satuan pendidikan dalam menghadapi potensi bencana.

“BARATA menjadi salah satu upaya kami untuk mendorong seluruh PAUD di Kecamatan Banda Raya menjadi satuan pendidikan yang aman bencana,” demikian semangat yang diusung dalam program tersebut.

Dalam pemaparan materi, narasumber dari BPBD Kota Banda Aceh, Nurahman, menjelaskan sejumlah tahapan penting dalam pembentukan SPAB. Tahapan itu meliputi audiensi, sosialisasi, penyusunan kajian risiko bencana, hingga pelaksanaan simulasi kebencanaan.

Setiap tahapan tersebut diperlukan untuk memastikan satuan pendidikan memahami potensi ancaman bencana di lingkungan sekitarnya, mengetahui langkah-langkah penyelamatan, serta mampu membangun prosedur kesiapsiagaan yang sesuai dengan kebutuhan sekolah.

Menurut Nurahman, BPBD Kota Banda Aceh akan menjadikan PAUD di Kecamatan Banda Raya sebagai salah satu prioritas dalam pelaksanaan program SPAB. Pendampingan akan dilakukan secara bertahap hingga seluruh proses pembentukan satuan pendidikan aman bencana dapat diselesaikan.

Dengan adanya sinergi antara Bunda PAUD, pihak sekolah, pemerintah kecamatan, Dinas Pendidikan, dan BPBD Kota Banda Aceh, pembentukan SPAB diharapkan dapat berjalan optimal.

Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari penguatan kesiapsiagaan bencana sejak usia dini, sehingga anak-anak tidak hanya memperoleh pendidikan yang berkualitas, tetapi juga terlindungi melalui lingkungan belajar yang lebih aman dan tangguh menghadapi bencana.(**)