Muhammad Adam Ajak Jaga Persatuan Sepak Bola Aceh

Daerah19 Dilihat

PIDIE – Ketua PSSI Aceh Timur sekaligus voter Kongres PSSI Aceh, Muhammad Adam, mengajak seluruh pihak menjaga persatuan dan kondusivitas sepak bola Aceh di tengah pelaksanaan Kongres Biasa Pemilihan Ketua PSSI Aceh periode 2026–2030.

Ajakan tersebut disampaikan Muhammad Adam dalam Kongres Biasa PSSI Aceh yang berlangsung di Sigli, Kabupaten Pidie, Sabtu (3/10/2026).

Muhammad Adam menegaskan, pelaksanaan kongres harus berpedoman pada Statuta PSSI sebagai landasan utama dalam menjalankan roda organisasi. Menurutnya, seluruh tahapan kongres telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Alhamdulillah, hari ini telah terlaksana kongres PSSI Aceh sesuai dengan Statuta PSSI. Sudah kita jalankan,” kata Muhammad Adam.

Ia berharap PSSI Pusat turut menjaga situasi sepak bola Aceh agar tetap kondusif. Perbedaan pandangan yang muncul dalam dinamika organisasi, kata dia, hendaknya tidak berkembang menjadi konflik yang dapat memecah persatuan insan sepak bola di Aceh.

“Kita meminta kepada Erick Thohir sebagai PSSI Pusat untuk tidak mengadu domba kami rakyat Aceh, Pak,” ujarnya.

Muhammad Adam menilai Aceh memiliki karakter dan kondisi yang berbeda dibandingkan daerah lain. Karena itu, setiap persoalan yang berkaitan dengan organisasi sepak bola di Aceh sebaiknya diselesaikan berdasarkan aturan dan mekanisme yang telah diatur dalam Statuta PSSI.

“Ini yang paling kami tegaskan, Aceh berbeda dengan daerah lain. Mohon kepada Bapak untuk menjalankan Statuta PSSI. Jangan dirubah-rubah lagi, Pak,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh pihak mengedepankan komunikasi serta membuka ruang dialog untuk mencari solusi terbaik atas setiap perbedaan yang terjadi.

Menurut Muhammad Adam, perbedaan pendapat dalam sebuah organisasi merupakan hal yang wajar. Namun, perbedaan tersebut tidak semestinya menjadi alasan untuk menciptakan pertikaian yang dapat mengganggu perkembangan sepak bola Aceh.

“Kita harus sama-sama menjaga agar persoalan ini tidak menjadi pertikaian. Yang terpenting adalah bagaimana sepak bola Aceh tetap berjalan dan berkembang,” ujarnya.

Muhammad Adam juga menyatakan para voter PSSI Aceh siap berdialog secara langsung dengan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, apabila diperlukan untuk membahas berbagai persoalan yang berkaitan dengan sepak bola Aceh.

Ia menegaskan, pihaknya terbuka untuk mencari jalan keluar melalui komunikasi dan musyawarah dengan tetap berpegang pada aturan organisasi.

“Jangan membuat pertikaian di Aceh. Mohon saya sebagai voter, mewakili rekan-rekan dari Aceh. Kalau memang perlu harus jumpa dengan Bapak, kami siap menghadap,” pungkas Muhammad Adam.(**)