SMSI Aceh Besar dan Rutan Jantho Perkuat Sinergi

Aceh Besar15 Dilihat

ACEH BESAR – Kepala Rumah Tahanan Negara (Karutan) Kelas IIB Jantho, Hery Anggara, A.Md.IP., S.H., M.Si., berharap kehadiran Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Aceh Besar dapat memperkuat peran media sebagai jembatan informasi antara masyarakat, pemerintah, dan berbagai instansi.

Harapan tersebut disampaikan Hery Anggara saat menerima audiensi Pengurus SMSI Kabupaten Aceh Besar, Rabu (16/9/2026).

Dalam audiensi tersebut, Hery menyambut baik kehadiran SMSI Aceh Besar dan berharap hubungan kelembagaan yang terjalin dapat terus dikembangkan dalam mendukung keterbukaan informasi dan penyampaian informasi yang berimbang kepada masyarakat.

“Semoga pada saat nanti ada pelantikan dan peresmian SMSI Aceh Besar, ke depannya bisa membangun media sebagai jembatan untuk keseluruhan Indonesia lebih baik, lebih transparan dan saling bersinergi antara masyarakat, media, instansi, baik instansi yang ada di dalam Aceh Besar ataupun Indonesia secara keseluruhan,” ujar Hery.

Menurutnya, hubungan baik antara Rutan Jantho dan insan pers perlu terus dijaga. Ia meyakini jurnalisme yang adil dan transparan merupakan bagian penting dalam membangun informasi yang sehat bagi masyarakat.

“Kami berharap tetap menjalin hubungan sampai kapan pun, karena kami meyakini jurnalisme yang adil dan transparan adalah jurnalisme yang sehat bagi masyarakat,” katanya.

Ketua SMSI Aceh Besar, Zulfikar, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas sambutan dan keterbukaan Karutan Jantho dalam menerima audiensi tersebut.

Menurut Zulfikar, SMSI Aceh Besar merupakan organisasi perusahaan media siber yang memiliki komitmen untuk membangun kemitraan dengan pemerintah, lembaga negara, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Aceh Besar.

“Kami ingin kehadiran SMSI Aceh Besar dapat menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dan kemitraan yang baik dengan seluruh instansi. Media bukan hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah, lembaga, dan masyarakat,” ujar Zulfikar.

Ia mengatakan, SMSI Aceh Besar akan terus mendorong perusahaan media yang tergabung di dalamnya untuk menjalankan tugas jurnalistik secara profesional, berimbang, dan bertanggung jawab.

Zulfikar juga menyambut baik berbagai program pembinaan yang dikembangkan Rutan Jantho, terutama program ketahanan pangan dan pemberdayaan warga binaan.

“Kami sangat mengapresiasi program-program pembinaan yang dilakukan Rutan Jantho. Program seperti pertanian, peternakan, maupun pengembangan produk olahan tentu memiliki nilai positif, bukan hanya untuk ketahanan pangan, tetapi juga dalam membekali warga binaan dengan keterampilan dan kemandirian,” katanya.

Ia menambahkan, SMSI Aceh Besar siap membangun komunikasi dan kerja sama dengan Rutan Jantho dalam mendukung penyebarluasan informasi mengenai program-program positif yang dilakukan lembaga tersebut.

“Prinsipnya, kami siap bersinergi. Kami berharap komunikasi ini tidak berhenti pada audiensi, tetapi dapat terus berlanjut dalam bentuk kerja sama yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Zulfikar.

Dalam audiensi tersebut, Zulfikar didampingi Sekretaris SMSI Aceh Besar Sadhali, S.Pd., Wakil Ketua Bidang Organisasi Syahril Ahmad, Wakil Ketua Bidang Pendataan dan Verifikasi Syarifuddin, Wakil Ketua Bidang Kerja Sama Antar Lembaga Andi, SE, serta Kepala Seksi Kerja Sama dan Pengembangan Usaha Teza.

Dalam kesempatan tersebut, Hery juga memaparkan sejumlah program pembinaan yang sedang dikembangkan Rutan Kelas IIB Jantho, salah satunya program ketahanan pangan.

Program tersebut meliputi penanaman berbagai tanaman hortikultura seperti sawi, bayam, dan cabai. Hasil pertanian tersebut nantinya tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan internal, tetapi juga dipasarkan kepada masyarakat.

“Yang pertama kami punya program untuk ketahanan pangan, mulai dari penanaman sawi, bayam, cabai. Nantinya hasilnya akan kami jual juga, dan sudah terbukti diterima masyarakat di pasar yang ada di Jantho,” jelasnya.

Rutan Jantho juga berencana mengembangkan produk olahan berupa keripik bayam sebagai produk khas atau signature product Rutan Jantho.

Menurut Hery, sejumlah lembaga pemasyarakatan di Aceh telah memiliki produk unggulan masing-masing. Karena itu, Rutan Jantho ingin mengembangkan produk yang dapat menjadi ciri khas sekaligus menjadi oleh-oleh bagi masyarakat.

“Ke depannya kami juga ingin membuat keripik bayam sebagai signature dari Rutan Jantho. Karena kita lihat lapas-lapas di Aceh sudah punya signature masing-masing. Kami belum ada, maka kami ingin punya itu,” ujarnya.

Selain keripik bayam, Rutan Jantho juga mulai merintis peternakan itik atau bebek yang nantinya diharapkan menghasilkan telur bebek sebagai bagian dari program pembinaan dan ketahanan pangan.

Hery menambahkan, Rutan Jantho juga terus membangun sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, terutama dalam mendukung pelayanan dan pembinaan warga binaan.

Terbaru, Rutan Jantho bersama Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar melaksanakan pemeriksaan kesehatan bagi seluruh warga binaan.

“Untuk yang ada di dalam, kami juga sudah bersinergi. Baru hari ini kami bersama Dinas Kesehatan Pemda melaksanakan pemeriksaan kesehatan untuk seluruh warga binaan,” katanya.

Ia menyebut hubungan Rutan Jantho dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar selama ini berjalan baik. Menurutnya, Rutan Jantho kerap dilibatkan dalam berbagai kegiatan pemerintah daerah.

“Kami dengan Pemda sangat bagus. Dengan Pak Muharram bagus, Pak Wakil Bupati, Pak Syukri juga bagus. Setiap kali ada acara kami selalu dilibatkan,” ungkapnya.

Hery mengatakan, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar juga telah menyampaikan komitmen untuk mendukung sejumlah program Rutan Jantho setelah kondisi anggaran daerah kembali pulih.

“Pada saatnya nanti ketika anggaran pemerintah daerah sudah pulih, dipastikan mereka juga akan membantu program-program yang ada di Jantho. Mulai dari pelayanan kesehatan sudah didukung,” ujarnya.

Menurut Hery, dukungan lintas sektor tersebut penting untuk memperkuat pembinaan warga binaan sekaligus mempersiapkan mereka agar dapat kembali beradaptasi dan berkontribusi di tengah masyarakat setelah menjalani masa pidana.

Rutan Jantho, kata dia, akan terus mengembangkan program pembinaan yang menyentuh aspek kemandirian, kesehatan, keterampilan, serta reintegrasi sosial warga binaan.(*)