Tgk. Ahmada MZ Hadiri Walimatul ‘Ursy di Gampong Neuheun Aceh Besar

Aceh Besar14 Dilihat

ACEH BESAR – Suasana khidmat dan meriah menyelimuti Gampong Neuheun, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar pada Minggu, 23 Agustus 2026. Warga setempat menggelar acara Walimatul ‘Ursy dengan adat istiadat Aceh yang kental, sekaligus dihadiri oleh Anggota DPD-RI sekaligus Anggota MPR-RI Dapil Aceh periode 2024-2029, Teungku Ahmada.

Kedatangan Teungku Ahmada ke tengah-tengah masyarakat Neuheun menjadi salah satu momen yang dinantikan. Dengan mengenakan baju koko dan peci hitam, beliau tampak duduk bersanding bersama keluarga mempelai dan tokoh masyarakat lainnya di pelaminan dengan dekorasi khas Aceh berwarna emas dan merah marun. Ornamen ukiran “bungong meuh” dan payung-payung emas menghiasi latar, menegaskan kemegahan adat pernikahan masyarakat Aceh.

Dalam kesempatan itu, Tgk. Ahmada menyampaikan ucapan selamat kepada kedua mempelai. Beliau berpesan agar rumah tangga yang baru dibina dapat menjadi keluarga sakinah, mawaddah, warahmah, serta menjadi teladan di lingkungan gampong.

“Pernikahan bukan hanya penyatuan dua insan, tapi juga penyatuan dua keluarga besar. Semoga dengan doa dan restu seluruh masyarakat, pasangan ini bisa membangun rumah tangga yang kuat, harmonis, dan bermanfaat bagi Gampong Neuheun,” ujar Tgk. Ahmada di sela acara.

Acara Walimatul ‘Ursy ini juga menjadi ajang silaturahmi antara wakil rakyat dengan konstituennya. Sejumlah tokoh gampong, pemuda, dan warga terlihat antusias berfoto bersama. Kehadiran anggota DPD-RI di tengah masyarakat dinilai membawa semangat kebersamaan dan mempererat hubungan antara pemerintah dengan rakyat di daerah.

Tgk. Ahmada yang juga merupakan Anggota MPR-RI Dapil Aceh menegaskan komitmennya untuk terus hadir mendengarkan aspirasi masyarakat, tidak hanya di ruang sidang parlemen, tetapi juga langsung ke gampong-gampong.

“Sebagai wakil Aceh di Senayan, tugas saya bukan hanya membuat kebijakan. Yang paling penting adalah memastikan suara masyarakat Aceh, termasuk di Mesjid Raya ini, didengar dan diperjuangkan,” tambahnya.

Acara ditutup dengan doa bersama dan jamuan kenduri khas Aceh. Warga berharap kegiatan seperti ini terus menjadi jembatan untuk mempererat ukhuwah dan menjaga nilai-nilai adat yang sudah mengakar di Tanah Rencong.(**)