Aceh Tenggara – Semangat gotong royong dan kebersamaan antara TNI dan masyarakat kembali terlihat dalam pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Lawe Ger Ger, Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara, Selasa (11/08/2026). Babinsa jajaran Kodim 0108/Aceh Tenggara bersama personel Yon TP 855/RD dan masyarakat terus bahu-membahu mempercepat pengerjaan jembatan yang nantinya diharapkan menjadi salah satu akses penting bagi warga setempat.
Dalam kegiatan tersebut, personel TNI bersama masyarakat melaksanakan pengecoran pondasi tiang pylon yang merupakan salah satu bagian penting dalam konstruksi Jembatan Gantung Perintis. Pekerjaan dilakukan secara bersama-sama dengan mengedepankan semangat gotong royong serta kekompakan agar setiap tahapan pembangunan dapat berjalan secara optimal.
Sebelum proses pengecoran dilaksanakan, personel TNI dan warga terlebih dahulu menyiapkan serta mengangkut berbagai material yang dibutuhkan menuju lokasi pekerjaan. Sejumlah material seperti besi dan adukan semen diangkut secara bersama-sama dengan memanfaatkan tenaga personel dan masyarakat yang berada di lokasi.
Meskipun pekerjaan tersebut membutuhkan tenaga dan ketelitian, suasana kebersamaan tampak begitu kuat. Para personel TNI dan warga saling membantu sesuai dengan tugas masing-masing, mulai dari menyiapkan material, mengangkut bahan bangunan, hingga mendukung proses pengecoran pondasi tiang pylon.
Pelda Soldier mengatakan, keterlibatan Babinsa bersama personel Yon TP 855/RD dan masyarakat dalam pembangunan jembatan merupakan wujud kepedulian serta komitmen TNI untuk membantu masyarakat, khususnya dalam mempercepat pembangunan fasilitas umum yang dibutuhkan di wilayah pedesaan.
“Pengerjaan jembatan ini membutuhkan kerja sama dan kekompakan semua pihak. Kami bersama warga terus berupaya membantu setiap tahapan pekerjaan agar pembangunan dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan rencana,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pengecoran pondasi tiang pylon menjadi salah satu tahapan yang sangat penting dalam pembangunan jembatan gantung. Pondasi yang kokoh diperlukan untuk menopang konstruksi jembatan sehingga nantinya dapat memberikan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat yang menggunakannya.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat secara langsung juga menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran pembangunan. Dengan adanya semangat gotong royong, berbagai pekerjaan di lapangan dapat dilakukan secara bersama-sama sehingga beban pekerjaan menjadi lebih ringan sekaligus mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat.
Kehadiran Babinsa di tengah-tengah masyarakat juga menjadi sarana untuk membangun komunikasi dan kedekatan dengan warga. Melalui interaksi langsung selama proses pembangunan, personel TNI dapat mengetahui berbagai kebutuhan serta kendala yang dihadapi masyarakat di wilayah binaannya.
Suasana gotong royong yang berlangsung di lokasi pembangunan menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun aparat, tetapi juga membutuhkan dukungan dan partisipasi masyarakat. Kebersamaan tersebut menjadi kekuatan tersendiri dalam mewujudkan pembangunan yang memberikan manfaat langsung bagi warga.
Jembatan Gantung Perintis di Desa Lawe Ger Ger nantinya diharapkan dapat menjadi akses penghubung yang mempermudah mobilitas masyarakat, terutama warga yang melakukan aktivitas di kawasan pertanian dan perkebunan. Selama ini, akses menuju sejumlah kawasan pertanian menjadi salah satu kebutuhan penting masyarakat karena berkaitan langsung dengan kegiatan sehari-hari dan perekonomian warga.
Dengan tersedianya jembatan tersebut, masyarakat diharapkan dapat lebih mudah menuju lahan pertanian maupun perkebunan. Selain itu, jembatan juga akan membantu memperlancar proses pengangkutan sarana produksi dan hasil pertanian dari kawasan perkebunan menuju permukiman maupun jalur utama.
Kemudahan akses tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Waktu dan tenaga yang selama ini dibutuhkan untuk menjangkau kawasan pertanian dapat menjadi lebih efisien, sehingga warga dapat melakukan aktivitas produksi maupun distribusi hasil pertanian dengan lebih mudah.
Salah seorang warga Desa Lawe Ger Ger, Imam (48), mengapresiasi keterlibatan TNI bersama masyarakat dalam pembangunan Jembatan Gantung Perintis tersebut. Menurutnya, pembangunan jembatan sangat dinantikan oleh warga karena keberadaan akses yang memadai menjadi kebutuhan penting, khususnya bagi masyarakat yang memiliki aktivitas di kawasan pertanian.
“Kami sangat berterima kasih kepada TNI dan semua pihak yang ikut membantu pembangunan jembatan ini. Kehadiran jembatan ini sangat kami harapkan karena akan memudahkan warga menuju kebun dan membawa hasil pertanian. Kami juga senang karena masyarakat dapat bergotong royong bersama TNI sehingga pekerjaan terasa lebih ringan dan cepat selesai,” ungkap Imam.
Ia berharap seluruh proses pembangunan dapat berjalan lancar dan diselesaikan dengan baik sehingga jembatan tersebut segera dapat dimanfaatkan masyarakat. Menurutnya, keberadaan jembatan akan memberikan perubahan positif terhadap aktivitas warga, terutama dalam mendukung kelancaran kegiatan pertanian dan meningkatkan pergerakan ekonomi masyarakat desa.
“Semoga jembatan ini segera selesai dan dapat digunakan oleh masyarakat. Kami siap membantu sesuai kemampuan agar pembangunan dapat berjalan lancar,” tambahnya.
Kegiatan pembangunan Jembatan Gantung Perintis tersebut tidak hanya berorientasi pada penyelesaian pembangunan fisik, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat nilai kebersamaan dan semangat gotong royong di tengah masyarakat.
Sinergi antara Babinsa jajaran Kodim 0108/Aceh Tenggara, personel Yon TP 855/RD dan masyarakat menjadi gambaran nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kehadiran personel TNI yang terlibat langsung dalam pekerjaan bersama warga menunjukkan bahwa semangat pengabdian tidak hanya diwujudkan melalui tugas pertahanan, tetapi juga melalui kepedulian terhadap berbagai kebutuhan masyarakat di wilayah binaan.
Melalui semangat kebersamaan tersebut, pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Lawe Ger Ger diharapkan dapat terus berjalan sesuai rencana hingga selesai. Setelah nantinya dapat digunakan, jembatan tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang, terutama dalam membuka akses, memperlancar mobilitas, mendukung kegiatan pertanian, serta mendorong peningkatan perekonomian masyarakat.
Semangat gotong royong yang terus dipelihara antara TNI dan masyarakat diharapkan menjadi modal sosial dalam mendukung berbagai pembangunan di wilayah pedesaan. Dengan sinergi dan kepedulian seluruh pihak, pembangunan infrastruktur dapat terlaksana dengan lebih baik sekaligus memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Aceh Tenggara.












