International Summer Course (ISC) 2026 Ajak Mahasiswa Indonesia – Malaysia Memahami Wajah Pertambangan Aceh dari Beragam Perspektif

Berita14 Dilihat

Banda Aceh,  Dailymail Indonesia

Pertambangan tidak hanya berbicara tentang batuan, mineral, dan teknologi. Di balik setiap aktivitas penambangan, terdapat cerita tentang manusia, lingkungan, budaya, kebijakan, hingga harapan akan masa depan yang lebih berkelanjutan. Semangat itulah yang melandasi penyelenggaraan International Summer Course 2026 bertema “Comparing Artisanal and Industrial Mining Practices in Aceh, Indonesia from Every Stakeholder Perspectives” yang berlangsung pada tanggal 6 – 20 Juli 2026 di Banda Aceh, Lhoknga, Meulaboh, dan Nagan Raya. Selasa, 14 Juli 2026

Program internasional ini diselenggarakan oleh Program Studi Teknik Pertambangan Universitas Syiah Kuala (USK) bekerja sama dengan Mineral Technology Department, Universiti Malaysia Kelantan (UMK) sebagai wadah pembelajaran lintas negara yang menghubungkan pengetahuan akademik dengan pengalaman langsung di lapangan. Sebanyak 29 peserta terlibat dalam kegiatan ini, terdiri atas 10 mahasiswa USK, 10 mahasiswa UMK, tujuh dosen USK, dan dua dosen UMK.

Kegiatan diawali dengan sesi daring pada tanggal 6 Juli 2026 yang menghadirkan berbagai kuliah dan diskusi mengenai tata kelola pertambangan, teknologi mineral, keselamatan kerja, aspek sosial, lingkungan, serta kebijakan pengelolaan sumber daya mineral. Materi tersebut menjadi bekal bagi peserta sebelum memasuki rangkaian kegiatan lapangan.

Sementara itu, sesi luring pada tanggal 13 Juli 2026 menghadirkan  pengalaman belajar yang lebih komprehensif. Para peserta tidak hanya mengikuti kuliah interaktif, tetapi juga melakukan diskusi kelompok, menyusun proyek kolaboratif, mengikuti pelatihan komunikasi publik, melaksanakan community engagement, pertukaran budaya (cultural exchange), hingga kunjungan wisata yang memperkenalkan kekayaan sejarah dan budaya Aceh.

Salah satu agenda utama adalah kunjungan lapangan ke PT Mifa Bersaudara dan PT Bara Energi Lestari. Di lokasi tersebut, peserta memperoleh kesempatan melihat secara langsung bagaimana praktik pertambangan industri dijalankan, mulai dari penerapan teknologi, pengelolaan lingkungan, sistem keselamatan kerja, hingga implementasi tanggung jawab sosial perusahaan. Pengalaman tersebut kemudian diperkaya melalui diskusi mengenai praktik pertambangan rakyat sehingga peserta dapat membandingkan karakteristik, tantangan, serta peluang kedua model pertambangan dari perspektif pemerintah, akademisi, industri, masyarakat, maupun organisasi profesi.

Pembukaan resmi International Summer Course 2026 dilaksanakan pada 14 Juli 2026 di Ruang VIP AAC Universitas Syiah Kuala. Acara dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Teknik USK, Dr. Ir. Bambang Setiawan, dan secara resmi dibuka oleh perwakilan Direktorat Pendidikan dan Pembelajaran USK, Dr. Gholib. Dalam sambutannya, Dr. Gholib menegaskan bahwa kolaborasi internasional merupakan salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi sekaligus memperluas jejaring akademik untuk menjawab tantangan global di sektor pertambangan.

Ketua Program Studi Teknik Pertambangan USK, Ir. Haqul Baramsyah, S.T., M.Eng.Sc., mengatakan bahwa program ini dirancang agar mahasiswa tidak hanya memahami aspek teknis pertambangan, tetapi juga mampu melihat keterkaitan antara sumber daya alam, masyarakat, dan pembangunan berkelanjutan.

“International Summer Course 2026 kami rancang sebagai ruang belajar yang menghadirkan pengalaman nyataPeserta tidak hanya mempelajari teknologi pertambangan di ruang kelastetapi juga berdialog dengan industripemerintahorganisasi profesi, dan masyarakat. Kami ingin membangun cara pandang bahwa pengelolaan sumber daya mineral harus dilakukan secara bertanggung jawab dengan mempertimbangkan aspek teknissosiallingkungan, dan ekonomiMelalui kolaborasi internasional ini, kami berharap lahir lulusan yang memiliki kompetensi global sekaligus kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat,” ujar Haqul Baramsyah.

Lebih dari sekadar program akademik, International Summer Course 2026 menjadi ruang perjumpaan berbagai perspektif. Mahasiswa Indonesia dan Malaysia belajar bersama, bertukar pengalaman, serta membangun pemahaman bahwa praktik pertambangan tidak dapat dipandang dari satu sisi saja. Dialog yang terbangun selama kegiatan memperlihatkan bahwa keberlanjutan sektor pertambangan hanya dapat dicapai melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

Program ini merupakan bagian dari kolaborasi EQUITY USK (LPDP) bersama Universitas Syiah KualaPerhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI)Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral AcehInspektur TambangPT Mifa BersaudaraPT Bara Energi Lestari, Komisi Informasi Aceh serta SMK Negeri 1 Nagan Raya. Sinergi tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam memperkuat pendidikan tinggi, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta mendorong praktik pertambangan yang lebih inovatif, inklusif, dan bertanggung jawab.

Penyelenggaraan International Summer Course 2026 juga sejalan dengan upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 9 (IndustriInovasi, dan Infrastruktur) melalui penguatan kapasitas, transfer pengetahuan, serta kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri, serta Tujuan 10 (Berkurangnya Kesenjangan) dengan menghadirkan ruang pembelajaran yang inklusif, mempertemukan peserta dari berbagai negara dan latar belakang untuk saling memahami serta membangun solusi bersama.

Pada akhirnya, perjalanan selama dua pekan ini bukan sekadar rangkaian kuliah atau kunjungan ke lokasi tambang. Program ini menjadi pengalaman belajar yang memperlihatkan bahwa masa depan pertambangan ditentukan bukan hanya oleh kemajuan teknologi, tetapi juga oleh kemampuan manusia membangun dialog, menghargai keberagaman perspektif, dan bekerja sama dalam mengelola sumber daya alam secara adil dan berkelanjutan. Dari Aceh, semangat kolaborasi itu diharapkan tumbuh menjadi inspirasi bagi lahirnya generasi profesional pertambangan yang berwawasan global sekaligus berakar pada nilai-nilai kemanusiaan.