BANDA ACEH – Direktur Utama PT Pembangunan Aceh (Perseroda) atau PT PEMA, Mawardi Nur, menegaskan komitmennya untuk terus mendorong transformasi perusahaan guna mewujudkan BUMD yang profesional, berdaya saing, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi Aceh.
Menurut Mawardi, tahun 2025 menjadi momentum penting bagi PT PEMA untuk melakukan pembenahan menyeluruh, mulai dari penguatan tata kelola perusahaan, peningkatan efisiensi operasional, hingga pengembangan sektor usaha yang memiliki prospek strategis bagi daerah.
Ia mengatakan, sebagai perusahaan milik Pemerintah Aceh, PT PEMA tidak hanya dituntut menghasilkan keuntungan, tetapi juga harus mampu menjadi instrumen pembangunan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Transformasi yang sedang kami jalankan bukan sekadar mengejar target bisnis jangka pendek. Kami sedang membangun fondasi perusahaan yang kuat agar PT PEMA dapat tumbuh secara sehat, profesional, dan berkelanjutan dalam jangka panjang,” kata Mawardi Nur.
Dalam beberapa tahun terakhir, PT PEMA terus melakukan berbagai pembenahan internal. Salah satu fokus utama perusahaan adalah memperkuat penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) sebagai dasar dalam menjalankan aktivitas bisnis.
Penguatan tata kelola tersebut dilakukan melalui penyempurnaan struktur organisasi, peningkatan sistem pengawasan internal, perbaikan standar operasional prosedur (SOP), serta penguatan sistem pelaporan yang lebih transparan dan akuntabel.
Mawardi menilai tata kelola yang baik merupakan kunci utama dalam membangun kepercayaan publik terhadap perusahaan daerah. Menurutnya, kepercayaan masyarakat tidak dapat dibangun melalui slogan atau pencitraan semata, tetapi harus dibuktikan melalui kinerja dan integritas.
“Kepercayaan adalah aset paling berharga bagi sebuah perusahaan. Karena itu kami berupaya memastikan setiap langkah yang diambil perusahaan dapat dipertanggungjawabkan dan memberikan manfaat bagi daerah,” ujarnya.
Selain penguatan tata kelola, PT PEMA juga mencatat sejumlah perkembangan positif pada sektor bisnis yang dikelola perusahaan. Melalui anak perusahaan PT Pema Global Energy (PGE), perusahaan berhasil melakukan optimalisasi bisnis gas yang berdampak pada peningkatan nilai ekonomi perusahaan.
Langkah tersebut dinilai menjadi salah satu bukti bahwa peningkatan kinerja perusahaan tidak selalu harus dilakukan melalui ekspansi besar-besaran, tetapi juga dapat dicapai melalui strategi bisnis yang tepat, efisiensi, dan penguatan posisi tawar dalam berbagai kerja sama usaha.
Di sektor perdagangan komoditas, PT PEMA juga terus melakukan pembenahan agar mampu merespons dinamika pasar dengan lebih cepat dan efektif. Pendekatan bisnis yang lebih adaptif diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah sekaligus memperkuat sumber pendapatan perusahaan.
Tak hanya itu, PT PEMA juga mulai menjajaki sejumlah peluang usaha baru yang dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan, termasuk perdagangan kopi dan sektor telekomunikasi. Namun demikian, Mawardi menegaskan bahwa setiap langkah ekspansi akan dilakukan secara terukur dan berdasarkan kajian bisnis yang matang.
“Kami tidak ingin hanya memperbanyak lini usaha tanpa kesiapan yang memadai. Yang lebih penting adalah memastikan setiap unit usaha yang dijalankan memiliki prospek yang jelas dan dikelola secara profesional,” katanya.
Dalam aspek keuangan, perusahaan juga terus memperkuat disiplin anggaran dan efisiensi operasional. Berbagai langkah pengendalian biaya dilakukan untuk menjaga kesehatan perusahaan sekaligus memastikan keberlanjutan usaha di tengah tantangan ekonomi yang terus berkembang.
Menurut Mawardi, perusahaan yang sehat bukan hanya dilihat dari besarnya aset atau omzet yang dimiliki, tetapi juga dari kemampuannya menjaga stabilitas keuangan dan mengelola risiko secara baik.
PT PEMA juga terus mendorong digitalisasi dalam berbagai aspek operasional perusahaan. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan efisiensi, mempercepat proses bisnis, serta memperkuat kualitas pelayanan kepada para mitra dan pemangku kepentingan.
Mawardi mengakui bahwa transformasi perusahaan bukanlah pekerjaan yang dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Dibutuhkan konsistensi, komitmen, dan kerja sama seluruh elemen perusahaan untuk mewujudkan perubahan yang berkelanjutan.
“Transformasi adalah sebuah proses. Kami percaya perubahan besar selalu dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten. Karena itu kami fokus membangun fondasi yang kuat agar PT PEMA dapat tumbuh menjadi perusahaan yang mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi Aceh,” tuturnya.
Ia berharap berbagai upaya pembenahan yang sedang dilakukan saat ini dapat menjadi modal penting bagi PT PEMA untuk terus berkembang dan berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), penciptaan lapangan kerja, serta penguatan perekonomian Aceh di masa mendatang.
“Kami ingin PT PEMA hadir sebagai perusahaan daerah yang membanggakan masyarakat Aceh. Bukan hanya karena capaian bisnisnya, tetapi juga karena kemampuannya memberikan nilai tambah dan manfaat nyata bagi pembangunan daerah,” pungkas Mawardi Nur.(**)












