Abdul Rafur Dukung Ketegasan Wali Kota, Banda Aceh Harus Jadi Contoh Penegakan Syariat Islam

Parlementaria18 Dilihat

BANDA ACEH – Dukungan terhadap upaya penegakan Syariat Islam di Kota Banda Aceh terus mengalir dari berbagai kalangan. Kali ini, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Abdul Rafur, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah tegas yang diambil Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, dalam menegakkan Syariat Islam tanpa pandang bulu.

Menurut Rafur, sebagai ibu kota Provinsi Aceh yang memiliki kekhususan dalam penerapan Syariat Islam, Banda Aceh memiliki tanggung jawab moral dan sosial untuk menjadi teladan bagi daerah lain di Aceh. Karena itu, segala bentuk pelanggaran terhadap aturan Syariat Islam harus ditindak sesuai ketentuan yang berlaku tanpa melihat latar belakang pelaku.

“Banda Aceh adalah wajah Aceh. Apa yang terjadi di kota ini akan menjadi perhatian masyarakat luas. Karena itu, penegakan Syariat Islam harus dilakukan secara konsisten, adil, dan tanpa diskriminasi agar menjadi contoh bagi kabupaten dan kota lainnya,” ujar Abdul Rafur, Rabu (3/6/2026).

Politisi tersebut menilai langkah yang ditempuh Wali Kota Illiza merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga identitas Banda Aceh sebagai kota yang religius, berbudaya, dan tetap berkembang dalam koridor nilai-nilai Islam.

Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya diukur dari kemajuan infrastruktur, investasi, maupun pertumbuhan ekonomi semata. Lebih dari itu, pembangunan karakter masyarakat dan penguatan nilai-nilai keagamaan juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan Banda Aceh yang bermartabat.

“Pembangunan harus berjalan seiring dengan penguatan moral masyarakat. Kota yang maju bukan hanya kota yang berkembang secara fisik, tetapi juga mampu menjaga nilai-nilai agama dan budaya yang menjadi jati dirinya,” katanya.

Rafur mengakui bahwa pelaksanaan penegakan Syariat Islam di lapangan tidak selalu berjalan mudah. Berbagai tantangan, mulai dari perubahan gaya hidup masyarakat hingga pengaruh perkembangan teknologi dan budaya luar, menjadi faktor yang harus dihadapi secara bijaksana oleh pemerintah.

Meski demikian, ia optimistis Wali Kota Illiza memiliki komitmen yang kuat untuk memastikan penerapan Syariat Islam berjalan sesuai aturan dan tidak tebang pilih.

“Setiap kebijakan tentu memiliki tantangan. Namun saya percaya Ibu Wali Kota memiliki keberanian dan keteguhan sikap untuk memastikan aturan ditegakkan secara adil. Penegakan hukum harus berlaku bagi siapa saja tanpa pengecualian,” tegasnya.

Lebih lanjut, Rafur menegaskan bahwa tidak boleh ada ruang bagi siapapun yang dengan sengaja melanggar aturan Syariat Islam di Banda Aceh. Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat mendukung pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan sesuai dengan nilai-nilai keislaman.

Dukungan tersebut, kata dia, bukan semata-mata untuk memberikan sanksi kepada pelanggar, tetapi juga sebagai upaya menjaga ketertiban sosial dan membangun kesadaran masyarakat agar semakin memahami pentingnya menjalankan norma-norma agama dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, Rafur juga menyoroti pentingnya peran keluarga dalam membentuk karakter generasi muda. Menurutnya, orang tua memiliki tanggung jawab besar dalam memberikan pendidikan agama serta pengawasan kepada anak-anak agar tidak terjerumus dalam perilaku yang bertentangan dengan Syariat Islam.

“Peran keluarga sangat menentukan. Orang tua harus hadir dalam proses pendidikan dan pembinaan anak-anaknya. Jangan sampai pengawasan yang lemah membuat mereka terlibat dalam tindakan yang melanggar norma agama maupun aturan yang berlaku,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan penegakan Syariat Islam tidak hanya bergantung pada pemerintah dan aparat penegak hukum, tetapi juga membutuhkan dukungan aktif dari keluarga, lembaga pendidikan, tokoh agama, serta seluruh lapisan masyarakat.

Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat, Rafur meyakini Banda Aceh akan mampu mempertahankan identitasnya sebagai kota yang religius, aman, dan nyaman, sekaligus menjadi contoh keberhasilan penerapan Syariat Islam di Aceh.

“Jika semua pihak berjalan bersama, saya yakin Banda Aceh akan semakin maju tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam yang menjadi fondasi utama kehidupan masyarakat Aceh,” pungkasnya.(**)