Banda Aceh – Suasana malam di kawasan Jembatan Pante Pirak, Kota Banda Aceh, tampak berbeda pada Sabtu (30/5/2026). Sejumlah Polisi Wanita (Polwan) dari jajaran Polresta Banda Aceh turun langsung ke lapangan melaksanakan patroli dialogis guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya di lokasi yang kerap menjadi tempat berkumpulnya kalangan muda-mudi.
Dengan pendekatan humanis dan persuasif, para Polwan menyusuri kawasan sekitar jembatan sembari menyapa masyarakat serta berdialog langsung dengan kelompok pemuda yang sedang berkumpul di lokasi tersebut. Kehadiran aparat kepolisian perempuan ini tidak hanya menjadi simbol pengawasan keamanan, tetapi juga upaya membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat, terutama generasi muda.
Dalam patroli tersebut, para Polwan tampak memberikan edukasi serta imbauan kepada para pemuda agar senantiasa menjaga ketertiban umum dan menghindari perilaku yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan. Mereka mengingatkan pentingnya menjaga sikap saat berada di ruang publik agar tidak mengganggu kenyamanan masyarakat sekitar maupun pengguna jalan yang melintas di kawasan Jembatan Pante Pirak.
Tidak hanya itu, petugas juga menekankan bahaya berbagai bentuk kenakalan remaja yang dapat merusak masa depan, seperti penyalahgunaan narkoba, konsumsi minuman keras, aksi balap liar, hingga perilaku negatif lainnya yang dapat mengganggu ketenteraman lingkungan.
Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Andi Kirana melalui Kasi Humas Iptu Eddy Musfikar menjelaskan bahwa patroli dialogis merupakan salah satu strategi preventif kepolisian dalam menciptakan situasi aman dan kondusif di tengah masyarakat.
Menurutnya, kehadiran Polwan di lapangan memiliki pendekatan tersendiri karena dinilai lebih mudah membangun komunikasi yang baik, khususnya dengan anak muda. Dengan pola komunikasi yang santun dan edukatif, diharapkan pesan-pesan kamtibmas dapat diterima dengan lebih baik oleh masyarakat.
“Kehadiran Polwan di lapangan diharapkan dapat membangun komunikasi yang baik dengan warga, khususnya generasi muda,” ujar Iptu Eddy Musfikar.
Ia menambahkan, menjaga keamanan lingkungan bukan hanya tugas aparat kepolisian semata, melainkan membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat. Oleh sebab itu, pihak kepolisian terus mengajak masyarakat, terutama para pemuda, agar ikut ambil bagian dalam menjaga situasi yang aman, tertib, dan nyaman di lingkungan masing-masing.
“Peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif,” katanya.
Lebih lanjut, Iptu Eddy menegaskan bahwa kegiatan patroli dialogis seperti ini akan terus dilakukan secara rutin sebagai bentuk pelayanan kepolisian kepada masyarakat sekaligus langkah menjaga stabilitas keamanan di wilayah hukum Polresta Banda Aceh.
Selama pelaksanaan patroli, situasi berlangsung aman dan kondusif. Kehadiran para Polwan juga mendapat sambutan positif dari para pemuda yang berada di lokasi. Pendekatan humanis yang dilakukan aparat dinilai mampu menciptakan rasa nyaman sekaligus mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat.
Patroli dialogis tersebut menjadi gambaran bahwa upaya menjaga keamanan tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga lewat komunikasi, edukasi, dan pendekatan persuasif agar tercipta kesadaran bersama dalam menjaga ketertiban di Kota Banda Aceh.(**)












