Labuha – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Labuha terus menunjukkan komitmennya dalam membina warga binaan pemasyarakatan (WBP) agar memiliki keterampilan dan kesiapan hidup setelah menyelesaikan masa pidana. Salah satu upaya nyata yang dilakukan ialah melalui pengembangan program pertanian produktif di lingkungan lapas.
Program pembinaan kemandirian tersebut menjadi sarana bagi warga binaan untuk belajar, bekerja, sekaligus membangun harapan baru menuju kehidupan yang lebih baik. Dengan memanfaatkan lahan yang tersedia, para WBP dilibatkan langsung dalam berbagai aktivitas pertanian mulai dari pengolahan lahan, penanaman, perawatan hingga panen hasil pertanian.
Kegiatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan produktivitas warga binaan selama menjalani masa pembinaan, tetapi juga menjadi bekal keterampilan yang dapat dimanfaatkan ketika kembali ke tengah masyarakat nantinya. Melalui pendekatan pembinaan berbasis keterampilan, Lapas Labuha ingin menghadirkan sistem pemasyarakatan yang lebih humanis, produktif, dan berorientasi pada perubahan perilaku positif.
Kepala Lapas Kelas III Labuha menyampaikan bahwa program pertanian menjadi salah satu bentuk pembinaan yang efektif karena mampu menanamkan nilai disiplin, kerja keras, tanggung jawab, dan semangat kebersamaan kepada warga binaan.
“Melalui kegiatan pertanian ini, kami ingin membangun rasa percaya diri warga binaan agar mereka memiliki kemampuan dan harapan baru ketika bebas nanti. Pembinaan bukan hanya menjalani hukuman, tetapi bagaimana membentuk pribadi yang lebih baik dan mandiri,” ujarnya.
Selain memberikan manfaat keterampilan, kegiatan pertanian juga menjadi media pembinaan mental dan emosional bagi warga binaan. Aktivitas bercocok tanam dinilai mampu menciptakan suasana positif, meningkatkan produktivitas, serta membangun pola pikir optimis dalam menjalani proses pembinaan.
Program ini sekaligus mendukung implementasi pembinaan kemandirian sebagaimana yang menjadi bagian penting dalam sistem pemasyarakatan modern. Lapas tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat menjalani pidana, namun juga menjadi wadah pembentukan karakter dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Melalui kegiatan tersebut, Lapas Kelas III Labuha berharap warga binaan dapat memiliki keterampilan yang berguna, mampu beradaptasi setelah bebas, serta terhindar dari tindakan melanggar hukum di masa mendatang.
Semangat pembinaan yang terus dibangun di Lapas Labuha menjadi bukti bahwa harapan untuk berubah selalu ada bagi setiap warga binaan. Dengan dukungan program yang positif dan berkelanjutan, warga binaan diharapkan mampu menatap masa depan dengan lebih optimis dan mandiri.(**)












