Tgk Ahmada Kunjungi Balita Bocor Jantung Di Layeun

Aceh Besar18 Dilihat

Aceh Besar – Anggota DPD RI Tgk Ahmada menunjukkan kepeduliannya terhadap warga yang membutuhkan perhatian serius dengan mengunjungi seorang balita penderita bocor jantung di Gampong Layeun, Kecamatan Leupueng, Kabupaten Aceh Besar, Selasa (26/5/2026). Kehadiran senator asal Aceh tersebut menjadi bentuk empati sekaligus dukungan moral bagi keluarga kecil yang tengah berjuang menghadapi cobaan berat akibat kondisi kesehatan sang anak.

Balita yang dikunjungi bernama Shizaa Shahira, bayi perempuan berusia delapan bulan yang diketahui menderita penyakit bocor jantung. Putri pasangan Suryadi dan Zaituni itu saat ini membutuhkan perhatian medis intensif serta dukungan berbagai pihak untuk membantu keberlangsungan pengobatannya. Shizaa berasal dari Gampong Layeun, sebuah wilayah pesisir di Kecamatan Leupueng, tempat sebagian besar masyarakat menggantungkan hidup sebagai nelayan.

Dalam kunjungan tersebut, Tgk Ahmada menyampaikan bahwa dirinya baru menerima informasi mengenai kondisi Shizaa Shahira sekitar dua hari lalu dari pimpinan Dayah Istiqamatuddin Babul Muarrif, yakni Abi Ihsan. Namun saat itu, dirinya masih berada di Jakarta untuk menjalankan sejumlah agenda. Setelah kembali ke Aceh pada hari sebelumnya, Tgk Ahmada mengaku langsung meluangkan waktu untuk mendatangi kediaman keluarga balita tersebut di Gampong Layeun sebagai bentuk kepedulian dan perhatian terhadap kondisi kesehatan Shizaa.

“Saya baru dua hari lalu mendapatkan informasi dari Abi Ihsan, pimpinan Dayah Istiqamatuddin Babul Muarrif Leupueng. Saat itu saya masih di Jakarta. Kemarin baru tiba di Aceh, dan hari ini saya langsung mengunjungi ananda Shizaa untuk melihat kondisinya secara langsung,” ujar Tgk Ahmada.

Tgk Ahmada melihat langsung kondisi kehidupan keluarga Shizaa yang sedang menghadapi kesulitan ekonomi. Ayah balita tersebut diketahui bekerja sebagai nelayan dengan penghasilan yang tidak menentu, sementara kebutuhan pengobatan anak membutuhkan perhatian dan biaya tambahan yang tidak sedikit. Situasi tersebut menjadi tantangan besar bagi keluarga dalam menjalani proses pengobatan yang harus dilakukan secara berkelanjutan.

Meski sebagian biaya medis telah terbantu melalui layanan kesehatan yang tersedia, keluarga tetap harus memikirkan kebutuhan lain yang tak kalah penting. Pengeluaran untuk transportasi, konsumsi, tempat tinggal sementara, hingga kebutuhan harian selama mendampingi pengobatan di ibu kota menjadi beban tersendiri yang cukup berat bagi keluarga sederhana tersebut.

Di sela-sela kunjungannya, Tgk Ahmada menyampaikan bahwa kepedulian terhadap masyarakat, terutama anak-anak yang sedang berjuang melawan penyakit serius, menjadi tanggung jawab bersama. Menurutnya, kehadiran pemerintah, tokoh masyarakat, lembaga sosial, hingga para dermawan sangat dibutuhkan untuk meringankan beban keluarga yang tengah menghadapi situasi sulit.

Ia juga berharap kondisi Shizaa mendapat perhatian luas sehingga proses pengobatan dapat berjalan maksimal tanpa terkendala persoalan ekonomi. Dukungan moral dan solidaritas sosial, menurutnya, menjadi energi penting bagi keluarga agar tetap kuat menjalani proses penyembuhan sang buah hati.

Sebagai bentuk kepedulian langsung, di akhir kunjungan Tgk Ahmada turut menyerahkan bantuan kepada keluarga untuk membantu memenuhi kebutuhan pasien. Bantuan tersebut diharapkan dapat sedikit meringankan beban keluarga, terutama dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari selama mendampingi proses pengobatan Shizaa.

Kehadiran Tgk Ahmada di rumah keluarga balita itu juga disambut haru oleh keluarga dan masyarakat sekitar. Di tengah keterbatasan ekonomi yang mereka hadapi, perhatian dari berbagai pihak dinilai menjadi penyemangat agar keluarga tetap optimis memperjuangkan kesembuhan Shizaa Shahira.

Kondisi balita berusia delapan bulan itu kini masih membutuhkan uluran tangan dan perhatian bersama. Harapan besar keluarga adalah agar Shizaa dapat memperoleh penanganan medis yang optimal dan tumbuh sehat seperti anak-anak lainnya.(**)