Gudang SPPG Pidie Keumala Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp1,7 Miliar

Breakingnews35 Dilihat

Pidie — Kebakaran hebat melanda fasilitas SPPG Pidie Keumala yang berada di Jalan Beureunuen–Tangse, Desa Jijiem, Kecamatan Keumala, Kabupaten Pidie, Kamis (21/5/2026) dini hari. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 03.40 WIB itu menghanguskan sebagian bangunan dan perlengkapan operasional dengan total kerugian material sementara diperkirakan mencapai Rp1,7 miliar.

Api pertama kali diduga muncul dari area dapur fasilitas tersebut. Berdasarkan laporan awal, sumber api berasal dari tabung gas berukuran 15 kilogram yang berada di dalam dapur. Dalam waktu singkat, kobaran api membesar dan memicu kepanikan warga sekitar lokasi kejadian.

Suasana dini hari yang semula tenang mendadak berubah mencekam ketika api mulai membubung tinggi dari bagian bangunan SPPG. Warga yang melihat kobaran api langsung berhamburan menuju lokasi untuk membantu proses pemadaman sembari menghubungi petugas pemadam kebakaran.

Personel SPPG bersama masyarakat sekitar berusaha keras memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Ember, selang air, hingga alat pemadam sederhana digunakan untuk menahan laju si jago merah agar tidak menjalar ke seluruh bangunan maupun permukiman warga di sekitar lokasi.

Upaya cepat masyarakat dinilai sangat membantu memperlambat penyebaran api sebelum armada pemadam kebakaran tiba. Tidak lama berselang, sejumlah unit pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi guna melakukan penanganan intensif.

Petugas pemadam harus berjibaku selama beberapa waktu untuk mengendalikan kobaran api yang terus membesar akibat banyaknya material mudah terbakar di dalam bangunan. Setelah dilakukan penyemprotan secara intensif, api akhirnya berhasil dipadamkan dan situasi dinyatakan aman.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka, kebakaran tersebut menyebabkan kerusakan cukup serius pada sebagian fasilitas bangunan dan sejumlah perlengkapan operasional milik SPPG Pidie Keumala.

“Untuk sementara tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian ini. Saat ini masih dilakukan pendataan terhadap kerusakan dan nilai kerugian,” demikian disampaikan pelapor kejadian, Mustafa Kamal, M.Pd, dalam laporan awal yang diterima.

Selain bangunan, sejumlah perlengkapan operasional dilaporkan ikut rusak akibat terpapar api dan asap tebal. Kerugian material sementara ditaksir mencapai sekitar Rp1,7 miliar, meski angka tersebut masih dapat berubah seiring proses pendataan lanjutan.

Pihak terkait kini telah melakukan pengamanan di lokasi kejadian untuk kepentingan penyelidikan. Aparat bersama tim terkait juga tengah berkoordinasi guna memastikan penyebab pasti kebakaran, termasuk melakukan pemeriksaan terhadap instalasi dan sumber api awal.

Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari pihak berwenang. Sementara itu, masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati terhadap penggunaan tabung gas dan peralatan dapur guna menghindari terjadinya insiden serupa.(**)