HRD: Kader PKB Harus Hadir dan Melayani Masyarakat

Aceh Besar209 Dilihat

Aceh Besar — Komitmen untuk memperkuat peran politik yang berpihak kepada rakyat kembali ditegaskan oleh Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Aceh, Ruslan Daud. Dalam pembukaan Musyawarah Cabang (Muscab) serentak yang digelar di Kabupaten Bireuen, ia menekankan pentingnya kehadiran nyata kader di tengah-tengah masyarakat sebagai bentuk pengabdian politik yang sesungguhnya.

Kegiatan Muscab yang berlangsung di Aula Hotel Bireuen Jaya, Jumat (10/4/2026) malam itu diikuti oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB dari lima daerah, yakni Bireuen, Pidie Jaya, Bener Meriah, Lhokseumawe, dan Aceh Utara. Acara tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat konsolidasi internal partai sekaligus menyatukan langkah menghadapi dinamika politik ke depan.

Dalam sambutannya, Ruslan Daud—yang akrab disapa HRD—menyampaikan pesan langsung dari Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar. Ia menegaskan bahwa kader PKB harus mengedepankan “politik kehadiran”, yakni turun langsung ke lapangan untuk melayani masyarakat tanpa sekat.

“Politik kehadiran berarti kader harus benar-benar ada di tengah masyarakat. Dampingi petani, buruh, nelayan, tenaga honorer, dan kelompok kecil lainnya. Itulah esensi perjuangan PKB,” ujar HRD dengan penuh semangat.

Suasana Muscab pun berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan. Para kader tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan yang tidak hanya berisi agenda organisasi, tetapi juga menjadi ruang refleksi untuk memperkuat komitmen perjuangan partai.

Di akhir sambutannya, HRD menegaskan bahwa proses penentuan Ketua DPC ke depan merupakan kewenangan Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Sementara DPW hanya berperan memberikan usulan. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa soliditas partai harus tetap dijaga siapapun yang nantinya dipercaya memimpin.

“Siapapun yang akan memimpin, PKB harus tetap solid. Itu kunci kekuatan kita,” tegasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua Umum DPP PKB, Mohammad Rano Alfath, yang secara khusus datang membawa mandat dari Ketua Umum DPP PKB. Kehadirannya menjadi bentuk perhatian serius pimpinan pusat terhadap perkembangan PKB di Aceh.

Dalam sambutannya, Rano mengaku bangga dapat hadir langsung di tengah kader PKB Aceh. Ia menyebut cabang-cabang yang mengikuti Muscab kali ini merupakan daerah-daerah dengan capaian kinerja yang baik.

“Saya diutus langsung oleh Gus Muhaimin. Cabang yang saya datangi ini adalah cabang-cabang berprestasi,” ungkapnya di hadapan peserta.

Lebih lanjut, Rano menekankan bahwa PKB memiliki karakter khas yang tidak dapat dipisahkan dari peran ulama. Menurutnya, di tengah tantangan politik yang semakin kompleks, nilai-nilai keulamaan justru menjadi fondasi penting dalam menjaga arah perjuangan partai.

“PKB harus tetap berpijak pada kepemimpinan ulama. Politik kita harus dilandasi tauhid dan keimanan, agar tetap berada di jalur yang benar,” ujarnya.

Tak hanya itu, ia juga menyampaikan pesan strategis dari Muhaimin Iskandar agar seluruh kader PKB mampu naik kelas, dari sekadar pelayan masyarakat menjadi pemimpin yang berkualitas di berbagai tingkatan.

Menurutnya, peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan penguatan kompetensi menjadi kunci utama agar kader PKB mampu bersaing dalam kontestasi politik sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Masa depan PKB ditentukan oleh kualitas kadernya. Karena itu, pendidikan dan pengembangan diri harus menjadi prioritas,” tegas Rano.

Pelaksanaan Muscab serentak ini pun menjadi bukti keseriusan PKB dalam melakukan pembenahan internal dan menyiapkan kader-kader unggul. Dengan mengusung nilai keulamaan dan kebangsaan, PKB optimistis mampu terus memperkuat perannya sebagai partai yang dekat dengan rakyat dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini ditutup dengan semangat baru dari para kader untuk terus bergerak, hadir, dan berkontribusi nyata di tengah masyarakat.(**)