Jakarta – Bank Indonesia terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional melalui kebijakan ekspansi likuiditas yang tetap berlanjut. Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar otoritas moneter dalam memastikan roda perekonomian tetap bergerak di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian.
Kebijakan ekspansif tersebut diperkuat dengan operasi moneter yang terkalibrasi dan adaptif. Bank Indonesia tidak hanya menjaga kecukupan likuiditas di pasar keuangan, tetapi juga memastikan mekanisme pasar tetap berjalan efektif dan efisien. Upaya ini menjadi penting untuk menjaga kepercayaan pelaku pasar sekaligus mendorong aktivitas ekonomi yang berkelanjutan.
Dalam menjaga stabilitas pasar keuangan, Bank Indonesia mempererat koordinasi dengan pemerintah. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder saat dibutuhkan, serta melakukan penjualan pada momentum yang tepat sesuai kondisi pasar. Kebijakan ini bertujuan untuk menjaga keseimbangan pasar obligasi sekaligus memastikan stabilitas sistem keuangan tetap terjaga.
Selain itu, daya tarik instrumen keuangan domestik terus dipertahankan agar aliran modal asing tetap masuk ke dalam negeri. Hal ini menjadi kunci penting dalam menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah serta memperkuat ketahanan sektor eksternal Indonesia.
Bank Indonesia juga terus mendorong diversifikasi penggunaan mata uang dalam transaksi internasional melalui perluasan implementasi Local Currency Transaction (LCT). Kebijakan ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat dalam perdagangan bilateral.
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, mengungkapkan bahwa nilai transaksi LCT hingga akhir 2025 mencapai USD25,72 miliar. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan hingga dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, menandakan semakin tingginya kepercayaan negara mitra terhadap penggunaan mata uang lokal dalam transaksi perdagangan.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia, Erwin Gunawan Hutapea, menegaskan bahwa pihaknya akan terus memastikan ketersediaan likuiditas guna mendukung aktivitas ekonomi nasional. Bank Indonesia juga memperkuat strategi operasi moneter melalui lelang Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).
Melalui instrumen SRBI, Bank Indonesia melakukan kalibrasi imbal hasil secara bertahap agar tetap kompetitif dan menarik bagi investor, baik domestik maupun asing. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan minat investasi sekaligus menjaga stabilitas pasar keuangan.
Ke depan, Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, memperkuat daya tarik aset domestik, serta memastikan kecukupan likuiditas di pasar. Koordinasi yang erat dengan pemerintah serta komunikasi kebijakan yang transparan kepada pelaku pasar akan terus menjadi prioritas.
Dengan berbagai langkah strategis tersebut, Bank Indonesia optimistis mampu menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan di tengah tantangan global yang terus berkembang.(**)






