Dari Kandang Sederhana, Warga Binaan Lapas Labuha Bangun Harapan Baru

Nasional9 Dilihat

Labuha – Semangat perubahan dan harapan baru terus tumbuh di lingkungan Lapas Kelas III Labuha. Melalui program pembinaan kemandirian, warga binaan kini tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga dibekali keterampilan produktif sebagai bekal hidup setelah kembali ke masyarakat.

Pada Selasa, 24 Februari 2026, kegiatan pembinaan yang berfokus pada sektor peternakan kembali menjadi perhatian. Dari sebuah kandang sederhana yang dibangun secara bertahap di area lapas, lahir tekad kuat para warga binaan untuk memperbaiki masa depan. Program ini menjadi bagian dari upaya pembinaan berbasis keterampilan yang sejalan dengan arahan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam menciptakan warga binaan yang produktif, mandiri, dan berdaya saing.

Berlokasi di wilayah Labuha, Provinsi Maluku Utara, Lapas Kelas III Labuha terus berinovasi menghadirkan program pembinaan yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif. Salah satu kegiatan unggulan adalah pengelolaan peternakan sederhana yang melibatkan warga binaan secara langsung mulai dari pembuatan kandang, perawatan ternak, hingga pengelolaan pakan.

Kepala Lapas Kelas III Labuha melalui keterangan internal menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar aktivitas pengisi waktu, melainkan bagian penting dari proses pembinaan mental dan keterampilan kerja. Dengan keterlibatan langsung dalam kegiatan produktif, warga binaan diharapkan mampu membangun disiplin, tanggung jawab, serta rasa percaya diri.

“Program ini bertujuan agar warga binaan memiliki keterampilan nyata. Ketika mereka bebas nanti, mereka sudah memiliki bekal untuk memulai usaha atau bekerja secara mandiri,” ujarnya.

Kegiatan peternakan tersebut juga menjadi sarana pembelajaran nilai kebersamaan. Warga binaan dilatih bekerja secara tim, saling membantu, serta menjaga lingkungan kerja agar tetap bersih dan sehat. Selain itu, aktivitas ini turut memberikan dampak positif terhadap kondisi psikologis warga binaan karena mereka dapat menyalurkan energi ke kegiatan yang produktif.

Meski dimulai dari fasilitas yang sederhana, semangat para warga binaan terlihat besar. Mereka secara gotong royong memperbaiki kandang, mengatur jadwal perawatan, serta memastikan ternak berkembang dengan baik. Dari proses tersebut, muncul kesadaran bahwa perubahan hidup dapat dimulai dari langkah kecil.

Program pembinaan kemandirian ini juga menjadi bukti bahwa lembaga pemasyarakatan bukan hanya tempat menjalani hukuman, tetapi juga ruang pembentukan karakter. Lapas Kelas III Labuha terus berkomitmen menghadirkan kegiatan yang memberikan dampak nyata bagi masa depan warga binaan.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan stigma negatif terhadap warga binaan dapat perlahan berkurang. Mereka bukan hanya individu yang pernah melakukan kesalahan, tetapi juga manusia yang memiliki kesempatan untuk berubah dan berkontribusi kembali kepada masyarakat.

Semangat perubahan yang lahir dari kandang sederhana tersebut menjadi simbol bahwa harapan selalu ada bagi siapa saja yang ingin memperbaiki diri.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *