JAILOLO — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Jailolo kembali menunjukkan komitmennya dalam membina kemandirian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui kegiatan produktif di bidang pertanian.
Pada Senin, 2 Februari 2026, Lapas Jailolo melaksanakan panen hasil pertanian berupa tanaman sayur timun, caisim, dan pare. Kegiatan ini menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian yang terus berjalan di lingkungan lapas, sekaligus mendukung upaya pemberdayaan warga binaan agar memiliki keterampilan yang bermanfaat setelah selesai menjalani masa pidana.
Panen kali ini merupakan hasil budidaya yang dilakukan langsung oleh para WBP, mulai dari proses pengolahan lahan, penanaman bibit, perawatan tanaman, hingga tahap panen. Program ini tidak hanya bertujuan menghasilkan produk pertanian, tetapi juga membangun karakter, rasa tanggung jawab, serta meningkatkan kepercayaan diri warga binaan.
Dalam pelaksanaannya, para WBP mendapat pendampingan dari jajaran petugas pembinaan, di antaranya Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik (Kasi Binadik) M. Walid Bahmid, S.H., Kepala Subseksi Kegiatan Kerja (Kasubsi Giatja) Zainudin Ahmad, S.H., serta Aditya Adhyaksa selaku staf kegiatan kerja.
Kasi Binadik M. Walid Bahmid menyampaikan bahwa kegiatan pertanian menjadi salah satu program unggulan pembinaan kemandirian di Lapas Jailolo. Melalui kegiatan ini, warga binaan dilatih agar mampu menguasai keterampilan praktis yang dapat menjadi bekal kehidupan mereka di masa depan.
“Pertanian ini bukan sekadar aktivitas mengisi waktu, tetapi menjadi sarana pembelajaran bagi warga binaan untuk mengenal proses kerja yang produktif dan bermanfaat,” ujarnya.
Program pembinaan kemandirian di bidang pertanian juga sejalan dengan salah satu dari 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, yaitu memberdayakan warga binaan untuk mendukung ketahanan pangan nasional.
Dengan adanya kegiatan seperti ini, Lapas Jailolo tidak hanya menjalankan fungsi pemasyarakatan sebagai tempat pembinaan, tetapi juga turut berkontribusi dalam menciptakan sumber daya manusia yang lebih siap kembali ke masyarakat.
Kepala Lapas Kelas IIB Jailolo, Herianto, melaporkan kegiatan panen tersebut kepada Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku Utara sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan program pembinaan.
Melalui kegiatan pertanian ini, diharapkan warga binaan semakin terampil, mandiri, serta mampu menjadi pribadi yang produktif setelah bebas nanti.(**)






