Bupati Aceh Besar Pastikan Stok Pupuk Aman Pascabanjir, Distribusi Kembali Normal

Aceh Besar56 Dilihat

ACEH BESAR – Untuk memastikan ketersediaan pupuk bagi petani pascabanjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris (Syech Muharram) meninjau langsung Gudang Pupuk Indonesia (PIM) yang berlokasi di Gampong Cot Mon Raya, Kecamatan Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, Selasa (6/1/2026). Kunjungan ini dilakukan menyusul sempat terjadinya kelangkaan pupuk akibat terganggunya jalur distribusi pascabencana.

Dalam peninjauan tersebut, Bupati Aceh Besar didampingi oleh Kepala Dinas Pertanian Aceh Besar Jakfar, SP, MSi, Plt Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan (Diskopukmdag) Aceh Besar Drs Sulaimi, MSi, serta perwakilan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Aceh Besar. Kehadiran sejumlah pihak terkait ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam mengawal ketersediaan pupuk, terutama pupuk bersubsidi, bagi para petani.

Bupati Syech Muharram mengatakan, peninjauan gudang pupuk dilakukan untuk memastikan bahwa stok pupuk bersubsidi tetap aman dan pendistribusiannya kembali berjalan normal setelah sebelumnya terganggu akibat banjir yang memutus akses jalan di beberapa wilayah Aceh. Menurutnya, sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang paling terdampak bencana, sehingga memerlukan perhatian dan langkah cepat dari pemerintah.

“Untuk Aceh terdapat jalur subsidi dengan lima distributor. Pada awal pasca banjir memang sempat terjadi kelangkaan pupuk akibat terputusnya akses jalan. Kondisi ini hampir sama dengan yang terjadi pada distribusi gas elpiji 3 kilogram. Namun, Pupuk Indonesia telah mengambil langkah-langkah strategis untuk mengatasi persoalan tersebut,” ujar Syech Muharram.

Ia menjelaskan, salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah mendatangkan pupuk melalui jalur laut guna memastikan pasokan tetap berjalan meski jalur darat sempat terkendala. Berdasarkan hasil peninjauan, stok pupuk di gudang PIM saat ini masih tersedia dan dalam proses pendistribusian ke kios-kios resmi di kecamatan melalui distributor yang telah ditunjuk.

“Alhamdulillah, stok pupuk masih ada. Saat ini memang sedang dalam proses distribusi ke kios-kios. Kami meminta masyarakat, khususnya para petani di Aceh Besar, untuk bersabar karena pupuk akan terus berdatangan ke kios di masing-masing kecamatan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Bupati Aceh Besar juga mengungkapkan bahwa Pabrik Pupuk Iskandar Muda (PIM) sebelumnya turut terdampak banjir sehingga sempat menghentikan aktivitas produksi. Kondisi ini sempat menambah tekanan terhadap ketersediaan pupuk di pasaran.

“Pabrik PIM sempat terendam banjir dan baru kembali beroperasi dalam beberapa hari terakhir. Saat ini produksi sudah mulai normal kembali. Ditambah lagi, akses jalan lintasan sudah bisa dilalui, sehingga armada pengangkut pupuk sudah kembali beroperasi untuk memasok kebutuhan pupuk, khususnya di Aceh Besar,” katanya.

Syech Muharram menegaskan, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar akan terus berkoordinasi dengan Pupuk Indonesia, distributor, serta instansi terkait untuk memastikan distribusi pupuk berjalan lancar dan tepat sasaran. Ia juga meminta agar tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi pascabencana untuk melakukan penimbunan atau permainan harga yang dapat merugikan petani.

“Kami ingin memastikan petani bisa kembali menggarap sawah dan lahan pertaniannya dengan tenang. Ketersediaan pupuk adalah kunci agar produksi pertanian tetap berjalan dan ketahanan pangan daerah dapat terjaga,” tegasnya.

Dengan mulai pulihnya akses distribusi dan normalnya kembali produksi pupuk, Pemerintah Aceh Besar optimistis kebutuhan pupuk bagi petani akan segera terpenuhi. Pemerintah daerah juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mendukung pemulihan sektor pertanian pascabencana demi menjaga kesejahteraan petani dan keberlanjutan pangan di Aceh Besar.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *